Skor TKA SMA Kini 200–800, Siswa Jangan Keliru Mengartikan Nilainya

AKURAT JAKARTA - Perubahan skala skor Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA menjadi rentang 200–800 dapat memunculkan pertanyaan bagi siswa maupun orang tua.
Angka yang sebelumnya mungkin dipahami seperti nilai ujian biasa kini perlu dibaca dengan cara berbeda.
Pasalnya, skor TKA tidak menunjukkan persentase jawaban benar, melainkan estimasi kemampuan akademik berdasarkan pengukuran terstandar.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan perubahan skala tersebut pada Rabu (14/10/2026).
Namun, pembaruan ini bukan berarti tingkat kesulitan soal TKA bertambah.
Perubahan hanya berkaitan dengan cara hasil tes dilaporkan, bukan rancangan soal yang dikerjakan siswa.
Skor 200 bukan berarti siswa gagal
Salah satu hal yang perlu dipahami dari skala baru TKA adalah angka 200 tidak otomatis menunjukkan siswa menjawab sedikit soal dengan benar.
Begitu pula skor 800 tidak bisa langsung diartikan sebagai nilai sempurna seperti yang biasa ditemukan dalam ujian berbasis persentase.
Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen menjelaskan bahwa skor TKA disusun menggunakan skala pengukuran terstandar.
Baca Juga: Rapelan Gaji PJLP Jakarta 2026 Belum Dibayar, BPKD Targetkan Cair Awal November
Dengan demikian, angka yang diterima siswa menggambarkan estimasi kemampuan akademik, bukan sekadar perbandingan antara jumlah jawaban benar dan seluruh soal.
Batas 200 dan 800 merupakan rentang pelaporan skor, bukan batas mutlak kemampuan siswa.
Karena itu, hasil TKA sebaiknya tidak langsung dinilai menggunakan kebiasaan membaca nilai ujian sekolah yang selama ini dikenal.
Perbedaan tersebut penting agar siswa tidak terburu-buru menyimpulkan kemampuan akademiknya hanya berdasarkan angka yang tercantum dalam hasil tes.
Mengapa skor TKA menggunakan rentang 200–800?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor RB Leipzig vs PSV Eindhoven di UCL, 14 Oktober 2026: Mampukah Die Roten Bullen Melanjutkan Pesta Gol?
- 4Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor RC Lens vs Sporting CP di UCL, 13 Oktober 2026: Rekor Kandang Les Sang et Or Diuji The Lions
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha di UCL, 13 Oktober 2026: Mampukah Rekor Kandang Tuan Rumah Menjadi Pembeda?
- 8Prediksi Skor Villarreal vs Napoli di UCL, 14 Oktober 2026: Mampukah El Submarino Amarillo Menghentikan Kebangkitan Partenopei?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







