Jakarta

Gubernur Pramono Siapkan Pasar Baru Jadi Pusat Wisata Kuliner 24 Jam, Seperti Myeong-dong Korsel

Laode Akbar | 30 Oktober 2026, 16:16 WIB
Gubernur Pramono Siapkan Pasar Baru Jadi Pusat Wisata Kuliner 24 Jam, Seperti Myeong-dong Korsel
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana menjadikan kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, sebagai pusat wisata kuliner yang beroperasi selama 24 jam.

Konsep tersebut disiapkan untuk menghadirkan pusat aktivitas baru di Jakarta, menyerupai kawasan Myeongdong di Korea Selatan.

Pramono mengatakan, rencana penataan Pasar Baru tersebut akan dilakukan setelah pembangunan jalur MRT Jakarta mencapai kawasan Monas-Harmoni.

"Begitu MRT selesai sampai dengan Monas-Harmoni, maka kita persiapkan Pasar Baru menjadi tempat untuk orang bisa menjadi hub baru, wisata kuliner 24 jam, yang kemudian saya sebut seperti Myeong-dong di Korea," kata Pramono di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga: Gubernur Pramono Pastikan Pencari Kerja di Jakarta Bisa Naik Transjakarta Gratis Mulai 1 Januari 2027

Menurut Pramono, pengembangan Pasar Baru merupakan bagian dari rencana Pemprov DKI untuk menghadirkan sejumlah pusat aktivitas baru dengan karakteristik dan daya tarik berbeda.

Ia membayangkan, kawasan Pasar Baru nantinya dapat menjadi destinasi yang menarik masyarakat untuk berkunjung, termasuk menikmati wisata kuliner pada malam hari.

Selain Pasar Baru, Pramono juga menyiapkan pengembangan kawasan Glodok Pecinan dan Kota Tua sebagai destinasi tematik.

Glodok Pecinan direncanakan memiliki daya tarik yang lebih dekat dengan tradisi masyarakat Tionghoa. Sementara itu, Kota Tua akan dikembangkan dengan menyasar segmen masyarakat menengah ke atas.

Baca Juga: Dokter Juga Butuh Healing, Ada Diskon Hotel 10 Persen Khusus Hari Dokter Nasional

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu berharap, keberadaan sejumlah hub baru tersebut dapat memperluas pusat keramaian dan aktivitas ekonomi di Jakarta, sehingga tidak hanya terpusat di satu kawasan.

"Sehingga dengan demikian bayangan apa yang saya bayangkan dan pasti akan saya siapkan, bahwa Jakarta itu tidak hanya semata-mata aktivitasnya misalnya seperti di Blok M," ujarnya.

Ia menilai, konektivitas transportasi melalui MRT akan menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan kawasan-kawasan tersebut.

Rencana ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI menghadirkan destinasi perkotaan dengan karakter yang berbeda, mulai dari wisata kuliner 24 jam di Pasar Baru, wisata budaya di Glodok Pecinan, hingga kawasan bersejarah di Kota Tua.

Baca Juga: Menkes Kaji Peluang Kopdes Merah Putih Kelola Klinik Pratama, Dukung Layanan BPJS Kesehatan

"Dan itulah yang kami rencanakan, mudah-mudahan perencanaan itu bisa diwujudkan dan saya yakin bisa mewujudkan itu," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.