Jakarta

Penumpang Keluhkan Bau Pesing dan Gelandangan Tidur di Koridor 8 Lebak Bulus - Pasar Baru, Begini Tanggapan Transjakarta

Laode Akbar | 22 September 2026, 16:57 WIB
Penumpang Keluhkan Bau Pesing dan Gelandangan Tidur di Koridor 8 Lebak Bulus - Pasar Baru, Begini Tanggapan Transjakarta
Ilustrasi - Bus Transjakarta alias Tj

AKURAT JAKARTA – Viral di media sosial keluhan soal kondisi Transjakarta Koridor 8 (Lebak Bulus-Pasar Baru) yang bau pesing serta sejumlah warga Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) atau gelandangan yang tidur pada malam hingga dini hari.

Salah satunya disampaikan akun Threads @sergiomssg yang menyoroti kondisi penumpang dan bau tidak sedap saat menggunakan layanan tersebut di atas pukul 00.00 WIB.

"Kalau naik Tj koridor 8 di atas jam 12 malam kenapa ya orang-orangnya pada bau sampah. Bahkan sering ketemu ibu-ibu duduk di pojokan bau pesing..." tulis akun tersebut dalam unggahannya, dikutip Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes Sebut Belum Tentu Disebabkan Influenza A

Para PPKS atau gelandangan disebut memilih tetap berada di dalam bus dan mengikuti perjalanan hingga kembali berputar ke rute berikutnya.

Dengan begitu, mereka dapat tetap berada di dalam bus yang dilengkapi pendingin udara (AC) tanpa harus turun di halte terakhir.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelanggan terkait layanan malam hari di Halte Pasar Baru, Koridor 8.

Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani mengatakan, pihaknya menyadari kondisi tersebut merupakan fenomena baru yang membutuhkan penanganan khusus.

"Hal ini menjadi fenomena baru yang langsung kami tanggapi secara serius. Saat ini kami sedang menyiapkan SOP penanganan yang lebih adaptif, seraya menginstruksikan pengetatan pengawasan oleh petugas di lapangan," ujar Ayu dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Fraksi PSI DPRD DKI Minta Pemprov Tinjau Ulang Rencana Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

Menurut Ayu, Transjakarta tengah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) terbaru untuk mengantisipasi sekaligus memitigasi potensi kendala serupa di kemudian hari.

Langkah tersebut akan dibarengi dengan pengetatan pengawasan oleh petugas di lapangan.

Selain itu, Transjakarta akan meningkatkan kebersihan armada dan halte secara berkala untuk menjaga kenyamanan pelanggan.

Transjakarta juga akan berkoordinasi lebih mendalam dengan Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta dalam menangani persoalan tersebut dengan pendekatan yang humanis.

Ayu menegaskan, kenyamanan, keamanan, dan kebersihan layanan di dalam bus maupun halte merupakan komitmen utama Transjakarta.

Baca Juga: Lowongan Kerja di MRT Jakarta Tahun 2026: Buka 19 Formasi Lulusan SMA/SMK hingga S1, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

"Transjakarta secara terbuka menerima masukan melalui platform media sosial resmi atau dapat menghubungi call center 1500 102 sebagai acuan perbaikan berkelanjutan demi menghadirkan layanan publik yang optimal bagi seluruh masyarakat Jakarta," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.