Jakarta

Tak Perlu Berteriak, Tiga Jari di Udara Bisa Menjadi Bahasa Perlawanan Demonstran

Anggerhana Denni Rahmawati | 30 Oktober 2026, 17:45 WIB
Tak Perlu Berteriak, Tiga Jari di Udara Bisa Menjadi Bahasa Perlawanan Demonstran
Salam tiga jari di udara dilakukan oleh para demonstran selama bulan Oktober 2026.

AKURAT JAKARTA - Dalam sebuah demonstrasi, pesan tidak selalu disampaikan melalui orasi, poster, atau spanduk.

Terkadang, satu gerakan tangan yang dilakukan secara bersamaan oleh banyak orang justru mampu menarik perhatian dan menyampaikan sikap tertentu.

Fenomena ini terlihat dari kemunculan salam tiga jari dalam demonstrasi mahasiswa di Indonesia sepanjang Oktober 2026.

Gestur yang dikenal sebagai three-finger salute tersebut terlihat dalam aksi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada 20 Oktober 2026 dan demonstrasi #IndonesiaSadar di Bundaran Hotel Indonesia pada 28 Oktober 2026.

Kemunculan simbol tersebut menarik untuk dilihat dari perspektif komunikasi.

Sebab, gerakan tangan yang sederhana dapat menjadi bahasa visual untuk menyampaikan pesan, menunjukkan identitas kelompok, sekaligus menarik perhatian publik tanpa harus menggunakan banyak kata.

Komunikasi Nonverbal Bisa Menyampaikan Pesan Tanpa Ucapan

Dalam ilmu komunikasi, pesan tidak hanya disampaikan melalui bahasa lisan dan tulisan.

Ada pula komunikasi nonverbal yang menggunakan ekspresi wajah, gerakan tubuh, kontak mata, hingga simbol tertentu.

Salam tiga jari menjadi salah satu contoh bagaimana gerakan tubuh dapat digunakan untuk menyampaikan pesan sosial.

Baca Juga: Dokter Juga Butuh Healing, Ada Diskon Hotel 10 Persen Khusus Hari Dokter Nasional

Ketika sejumlah demonstran mengacungkan gestur yang sama, tindakan tersebut dapat memperlihatkan adanya sikap atau identitas bersama.

Dalam konteks demonstrasi di Jakarta pada 20 Oktober 2026, Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, mengajak peserta mengacungkan tiga jari.

Ia menyebut gestur tersebut sebagai lambang kemarahan, kekecewaan, dan perlawanan masyarakat terhadap pemimpin yang dinilai gagal.

Makna tersebut menunjukkan bahwa sebuah gestur dapat berfungsi sebagai pernyataan sikap.

Pesan yang sebelumnya disampaikan melalui orasi kemudian diperkuat dengan gerakan visual yang mudah dikenali.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.