Tak Melulu Tokyo dan Kyoto, Jepang Ajak Wisatawan Menjelajahi Desa Lewat Walking Tour

AKURAT JAKARTA - Selama ini, Jepang identik dengan destinasi populer seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka yang selalu menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Namun, di balik ramainya kota-kota tersebut, masih banyak kawasan pedesaan yang menyimpan keindahan alam, sejarah, dan budaya lokal yang belum banyak dijelajahi.
Untuk memperkenalkan sisi lain Negeri Sakura, program wisata jalan kaki atau walking tour mulai dikembangkan sebagai alternatif perjalanan.
Salah satunya melalui Walk Japan yang menyiapkan sejumlah rute baru untuk 2027, termasuk di kawasan pesisir timur laut Jepang, Okinawa, dan Prefektur Miyazaki.
Program ini tidak hanya menawarkan pengalaman menjelajahi destinasi yang berbeda, tetapi juga menjadi salah satu upaya untuk memperluas manfaat ekonomi pariwisata hingga ke masyarakat pedesaan.
Dilansir dari laman Japan Travel, Jumat (30/10/2026), perjalanan berbasis alam dan budaya semakin menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin mengenal Jepang di luar destinasi wisata konvensional.
Desa dan Kawasan Bersejarah Jadi Daya Tarik Baru
Salah satu hal menarik dari walking tour adalah wisatawan tidak hanya berpindah dari satu objek wisata ke objek lainnya.
Mereka diajak berjalan menyusuri desa, berinteraksi dengan masyarakat, menikmati makanan lokal, hingga mengenal sejarah suatu kawasan secara lebih dekat.
Pengalaman tersebut dapat ditemukan di Kumano Kodo, Semenanjung Kii. Kawasan ini memiliki jalur ziarah berusia lebih dari 1.000 tahun yang melewati hutan dan kuil suci.
Baca Juga: Ada 1,37 Juta Anak yang Mulai Sekolah Tanpa PAUD, Pemerintah Turun Tangan Lewat Revitalisasi dan PIP
Wisatawan dapat berjalan dari satu desa ke desa lainnya, menginap di penginapan tradisional milik keluarga, serta menikmati hidangan khas setempat.
Pengalaman berbeda ditawarkan Yakushima di Prefektur Kagoshima.
Pulau yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO ini memiliki hutan cedar purba dengan sejumlah pohon berusia lebih dari 1.000 tahun.
Selain hutan, wisatawan juga dapat menemukan air terjun dan jalur pesisir.
Sementara itu, Kamikatsu di Prefektur Tokushima memperkenalkan wisata yang berkaitan dengan pengelolaan sampah melalui pemilahan dan pengomposan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Bochum vs Mainz 05 di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Dominasi Tim Bundesliga?
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Hamburger SV vs Eintracht Frankfurt di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Pertahanan Rapuh
- 5Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 6Prediksi Skor Sonnenhof Grossaspach vs Augsburg di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Die Fuggerstadter
- 7Prediksi Skor Borussia Dortmund vs Werder Bremen di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah BVB Mempertahankan Dominasi?
- 8Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






