Jakarta

Tak Melulu Tokyo dan Kyoto, Jepang Ajak Wisatawan Menjelajahi Desa Lewat Walking Tour

Anggerhana Denni Rahmawati | 30 Oktober 2026, 17:15 WIB
Tak Melulu Tokyo dan Kyoto, Jepang Ajak Wisatawan Menjelajahi Desa Lewat Walking Tour
Jepang punya cara baru menarik wisatawan, yaitu melalui walking tour. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Selama ini, Jepang identik dengan destinasi populer seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka yang selalu menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Namun, di balik ramainya kota-kota tersebut, masih banyak kawasan pedesaan yang menyimpan keindahan alam, sejarah, dan budaya lokal yang belum banyak dijelajahi.

Untuk memperkenalkan sisi lain Negeri Sakura, program wisata jalan kaki atau walking tour mulai dikembangkan sebagai alternatif perjalanan.

Salah satunya melalui Walk Japan yang menyiapkan sejumlah rute baru untuk 2027, termasuk di kawasan pesisir timur laut Jepang, Okinawa, dan Prefektur Miyazaki.

Program ini tidak hanya menawarkan pengalaman menjelajahi destinasi yang berbeda, tetapi juga menjadi salah satu upaya untuk memperluas manfaat ekonomi pariwisata hingga ke masyarakat pedesaan.

Dilansir dari laman Japan Travel, Jumat (30/10/2026), perjalanan berbasis alam dan budaya semakin menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin mengenal Jepang di luar destinasi wisata konvensional.

Desa dan Kawasan Bersejarah Jadi Daya Tarik Baru

Salah satu hal menarik dari walking tour adalah wisatawan tidak hanya berpindah dari satu objek wisata ke objek lainnya.

Mereka diajak berjalan menyusuri desa, berinteraksi dengan masyarakat, menikmati makanan lokal, hingga mengenal sejarah suatu kawasan secara lebih dekat.

Pengalaman tersebut dapat ditemukan di Kumano Kodo, Semenanjung Kii. Kawasan ini memiliki jalur ziarah berusia lebih dari 1.000 tahun yang melewati hutan dan kuil suci.

Baca Juga: Ada 1,37 Juta Anak yang Mulai Sekolah Tanpa PAUD, Pemerintah Turun Tangan Lewat Revitalisasi dan PIP

Wisatawan dapat berjalan dari satu desa ke desa lainnya, menginap di penginapan tradisional milik keluarga, serta menikmati hidangan khas setempat.

Pengalaman berbeda ditawarkan Yakushima di Prefektur Kagoshima.

Pulau yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO ini memiliki hutan cedar purba dengan sejumlah pohon berusia lebih dari 1.000 tahun.

Selain hutan, wisatawan juga dapat menemukan air terjun dan jalur pesisir.

Sementara itu, Kamikatsu di Prefektur Tokushima memperkenalkan wisata yang berkaitan dengan pengelolaan sampah melalui pemilahan dan pengomposan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.