Jakarta

Persiapan Nataru 2026/2027: Kemenhub Siapkan Tiket Gratis hingga Uji Kelaiklautan 2.140 Kapal

M Rahman Akurat | 2 November 2026, 08:16 WIB
Persiapan Nataru 2026/2027: Kemenhub Siapkan Tiket Gratis hingga Uji Kelaiklautan 2.140 Kapal
Petugas dari Dirjen Hubla Kemenhub memeriksa kalaiklautan kapan untuk persiapan Nataru 2026 - (Istimewa)

AKURAT JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Persiapan komprehensif ini meliputi pemeriksaan kelaiklautan kapal, optimalisasi armada dan trayek, program stimulus diskon tarif, rencana tiket gratis, serta penguatan keselamatan dan pelayanan di pelabuhan.

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Samsuddin, menegaskan bahwa keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Nataru kali ini.

Baca Juga: Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban

Kesiapan kapal dan kepatuhan ketat terhadap persyaratan keselamatan menjadi perhatian penting sebelum armada beroperasi melayani masyarakat.

"Dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, keselamatan pelayaran menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar. Melalui uji kelaiklautan terhadap 2.140 kapal, kami memastikan aspek keselamatan kapal, pengawakan, pemuatan, serta perlengkapan keselamatan menjadi perhatian utama sebelum kapal beroperasi," ujar Samsuddin.

Fokus Utama: Uji Kelaiklautan Kapal Selama November 2026

Salah satu agenda utama Ditjen Perhubungan Laut adalah pelaksanaan uji kelaiklautan kapal yang direncanakan berlangsung mulai 1 hingga 30 November 2026.

Langkah antisipatif ini tertuang resmi melalui Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2026.

Berdasarkan data Rencana Operasi per 30 Oktober 2026, total sebanyak 2.140 kapal masuk dalam rencana pemeriksaan ketat ini.

Samsuddin merinci jenis-jenis armada yang akan diperiksa demi menjamin kenyamanan dan keamanan penumpang.

"Kapal yang menjadi sasaran pemeriksaan terdiri atas 511 kapal penumpang, 63 kapal Ro-Ro jarak jauh, 460 kapal Ro-Ro penyeberangan, 162 kapal tradisional, 821 kapal wisata, dan 123 kapal cepat atau High Speed Craft (HSC)," jelasnya.

Baca Juga: Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah

Aspek Pemeriksaan Keselamatan Pelayaran

Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim ahli ini mencakup berbagai aspek krusial. Mulai dari keselamatan teknis kapal, pencegahan pencemaran lingkungan laut, pengawakan yang kompeten, garis muat dan pemuatan, hingga kesejahteraan awak kapal serta kesehatan penumpang.

Selain itu, status hukum kapal serta penerapan manajemen keselamatan dan keamanan kapal juga tidak luput dari penilaian.

Lebih lanjut, Kemenhub memastikan kesiapan alat keselamatan jiwa, alat pemadam kebakaran, kejelasan jalur evakuasi, serta pengendalian kapasitas penumpang di atas kapal agar tidak terjadi kelebihan muatan demi menjaga stabilitas pelayaran selama musim libur akhir tahun.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.