POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari AMPG ke DPRD DKI, Dimaz Raditya Temukan Ruang Anak Muda Berkembang di Golkar

AKURAT JAKARTA – Keterlibatan Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, di Partai Golkar berawal dari organisasi sayap kepemudaan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) sekitar 2015–2016.
Perjalanan Dimaz di partai berlambang pohon beringin tersebut tidak terlepas dari peran sang ayah, Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet.
Sosok ayahnya itu menjadi orang pertama yang mengajaknya bergabung dengan Partai Golkar.
"Saya bergabung sejak 2015-2016 lah ya kurang lebih ya. Saya gabung dulu pertama di AMPG, AMPG Pusat, langsung ke AMPG DKI. Setelah itu saya jadi pengurus di Golkar DKI Jakarta," kata Dimaz.
Baca Juga: Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
Merasakan Dukungan Senior untuk Kader Muda
Setelah memulai kiprahnya di AMPG Pusat, Dimaz kemudian melanjutkan aktivitas organisasinya di AMPG DKI Jakarta.
Dari sana, perjalanan politiknya berlanjut hingga menjadi pengurus Golkar DKI Jakarta dan kini duduk sebagai anggota DPRD DKI Jakarta.
Bagi Dimaz, Golkar bukan sekadar tempat untuk menjalankan aktivitas politik. Selama menjadi kader, dia merasakan lingkungan organisasi yang memberikan ruang bagi seluruh kader, termasuk generasi muda, untuk berkembang.
Dia mengibaratkan suasana di internal Golkar seperti lambang partai tersebut, yakni pohon beringin yang menaungi berbagai kalangan.
"Ya seperti lambangnya lah. Jadi Partai Golkar itu mengayomi semua, seperti lambang kita yaitu pohon beringin, kan? Jadi saya merasakan di Golkar tuh ya diayomi semualah gitu," ujarnya.
Baca Juga: Kabar Gembira! BSU Rp 900 Ribu untuk Pekerja Cair November-Desember 2026, Ini Syarat Lengkapnya
Dimaz juga mengapresiasi sikap para senior di Partai Golkar yang dinilainya memberikan dukungan kepada kader-kader muda.
Menurutnya, kesempatan yang diberikan senior menjadi salah satu hal penting bagi generasi muda untuk terus belajar dan berkembang.
"Senior-senior juga pada baik semua, alhamdulillah. Mendukunglah kita kader-kader muda untuk bisa menjadi lebih baik lagi, memberi kesempatanlah," tuturnya.
====
Di luar aktivitas politik, Dimaz mengaku juga aktif dalam sejumlah organisasi. Salah satunya dengan bergabung di SAPMA.
Selain itu, dia memiliki beberapa kegiatan usaha, termasuk bisnis kafe.
Selama menjadi kader Golkar, Dimaz menyebut banyak pengalaman berkesan yang didapatkannya melalui berbagai kegiatan partai.
Dia menilai aktivitas tersebut turut memberikan pembelajaran bagi dirinya.
Kawal Kebijakan Pro-Rakyat dan Transportasi Publik
Terkait kiprahnya di DPRD DKI Jakarta, Dimaz ingin Golkar terus menjalankan peran sebagai wadah untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.
Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta itu menyebut berbagai program yang berpihak kepada rakyat perlu terus didorong agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Dalam menjalankan fungsi pengawasan di DPRD, Dimaz menyatakan pihaknya turut mengawal kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, terutama program-program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Salah satu sektor yang menjadi perhatiannya adalah transportasi publik. Dia menilai pengembangan dan integrasi transportasi di Jakarta dapat membantu mobilitas masyarakat.
Dimaz turut menyinggung keberadaan Lintas Raya Terpadu (LRT) yang telah terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Menurutnya, perkembangan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.
"Kayak kemarin LRT kan sudah dibangun, sudah terintegrasi, kan? Gitu, sehingga masyarakat animonya baik, gitu, menyambut bahwa sekarang transportasi publik di Jakarta ini sudah makin membaiklah, sudah terintegrasi," tuturnya.
Ajak Kader Muda Melek Politik Menuju Pemilu 2029
Menatap Pemilu 2029, Dimaz memiliki pesan khusus bagi kader Partai Golkar, terutama generasi muda.
Dia mendorong para kader untuk terus meningkatkan pengetahuan politik dan memanfaatkan berbagai kegiatan pendidikan yang diselenggarakan partai, termasuk bimbingan teknis (bimtek).
Menurutnya, generasi muda perlu terlibat langsung dalam proses politik apabila ingin membawa perubahan. Sebab, perubahan tidak cukup hanya dilakukan melalui kritik dari luar pemerintahan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dari dalam sistem.
"Tetap semangat aja sih, semangat, tentunya terus juga banyak belajar di partai juga, karena kan di partai suka ada bimtek-bimtek tuh. Nah, itu tentunya diikuti dengan sebaik mungkin dan yang muda-muda tentunya kita juga harus melek politik ya," ujar Dimaz.
"Karena kita kalau mau merubah sesuatu atau merubah pemerintahan ini tentunya tidak bisa selalu dari luar, harus dari dalam," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Frosinone vs Torino di Serie A, 1 November 2026: Mampukah Canarini Lanjutkan Tren Impresif?
- 3Prediksi Skor Paris FC vs AS Monaco di Ligue 1, 1 November 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman bagi Tim Tamu
- 4Prediksi Skor Ajax vs AZ Alkmaar di Eredivisie, 1 November 2026: Misi De Godenzonen Pertahankan Posisi Kedua
- 5Prediksi Skor Schalke 04 vs RB Leipzig di Bundesliga, 31 Oktober 2026: Misi Sulit Royal Blues Menghentikan Dominasi Die Roten Bullen
- 6Prediksi Skor Lyon vs Angers di Ligue 1, 1 November 2026: Misi Les Gones Mengakhiri Tren Negatif
- 7Prediksi Skor Union Berlin vs FC Koln di Bundesliga, 1 November 2026: Misi Balas Dendam Die Eisernen di Alten Forsterei
- 8Prediksi Skor Strasbourg vs Auxerre di Ligue 1, 1 November 2026: Misi Menghentikan Tren Buruk di Meinau
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



