Jakarta

5 Efek Negatif Tidur Terlalu Lama, Kalian Harus Hindari!

M.Rahman (editor) | 6 Agustus 2023, 23:08 WIB
5 Efek Negatif Tidur Terlalu Lama, Kalian Harus Hindari!

AKURAT.CO - Seseorang dikatakan terlalu banyak tidur jika ia memiliki waktu tidur lebih dari kebutuhan tidur idealnya, yakni lebih dari 10 jam.

Selain itu, kebanyakan tidur juga ditandai dengan rasa lelah sesaat setelah bangun tidur. Untuk itu, sebaiknya Anda harus tidur cukup sesuai porsi.

Sebab, sama halnya dengan kurang tidur, tidur berlebihan ternyata tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Berikut adalah berbagai efek tidur terlalu lama bagi tubuh bila dilakukan terus-menerus.

1. Sakit kepala

Alih-alih tubuh menjadi sehat dan bugar, efek tidur terlalu lama dapat menimbulkan sakit kepala.

Para ahli meyakini bahaya tidur terlalu lama dapat memengaruhi kerja senyawa kimia di otak (neurotransmitter), seperti serotonin, sehingga menyebabkan sakit kepala setelah bangun tidur.

Orang yang kerap tidur berlebihan di siang hari sehingga mengacaukan waktu tidur di malam hari juga cenderung mengalami sakit kepala pada keesokan pagi harinya.

2. Rasa nyeri di sekujur tubuh

Rasa nyeri di sekujur tubuh juga menjadi bahaya tidur terlalu lama. Kondisi ini mungkin dapat terjadi, karena saat tidur tubuh tidak melakukan banyak gerakan. Sehingga beberapa area sensitif pada tubuh, seperti leher, punggung, dan bahu menjadi nyeri.

3. Meningkatkan risiko obesitas

Akibat kebanyakan tidur terlalu lama ternyata dapat membuat berat badan meningkat. Hal ini diperkuat oleh sebuah studi yang dimuat dalam jurnal PLOS One.

Tidur seharian membuat Anda merasa lemas sehingga tidak memiliki tenaga yang cukup untuk bergerak.

Di samping itu, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Medicine membuktikan, orang-orang yang tidur selama lebih lama dari 9-10 jam tiap malam hari berisiko tinggi mengalami obesitas dibandingkan dengan orang-orang dengan jam tidur normal.

4. Meningkatkan risiko diabetes

Bahaya tidur terlalu lama yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko diabetes. Hal ini karena orang yang kelamaan tidur cenderung mengalami resisten insulin sehingga lebih rentan mengalami diabetes.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan, orang yang kebanyakan tidur atau tidur lebih dari 9 jam cenderung berisiko mengalami diabetes dibandingkan dengan orang-orang dengan jam tidur normal.

5. Memicu penyakit jantung

Studi yang melibatkan 72.000 wanita menunjukkan, orang-orang yang tidur lebih dari 9-11 jam per malam berpotensi meningkatkan risiko mengidap penyakit jantung sebesar 38 persen dibandingkan orang tidur hanya 8 jam per malam.

Meski begitu, para peneliti belum dapat memastikan kaitan antara kebanyakan tidur dengan risiko penyakit jantung. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.