Siemens Healthineers Gandeng Kementerian Kesehatan dan Empat Rumah Sakit Nasional Tingkatkan Inovasi Layanan Kesehatan

AKURAT JAKARTA - Siemens Healthineers meningkatkan inovasi teknologi di bidang kayanan kesehatan dengan menggandeng Kementerian Kesehatan dan empat rumah sakit nasional di Indonesia dengan menandatangani nota perjanjian.
Empat rumah sakit yang ikut terlibat dalam perjanjian ini yaitu RS Kanker Dharmais, RSUP Hasan Sadikin, RSPON Mahar Mardjono dan RS Kardiovaskular Nasional Harapan Kita.
Kolaborasi secara resmi ini mencerminkan komitmen bersama untuk memajukan layanan kesehatan di Indonesia melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan keterampilan dan inovasi teknologi di bidang layanan kesehatan.
Baca Juga: Terungkap, Motif Ayah Bunuh 4 Anaknya di Jagakarsa, Pelaku Sempat Merencanakan
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, dirinya memiliki cita-cita yaitu masyarakat Indonesia
mendapatkan instrumen alat kesehatan yang dibutuhkan.
"Kemudian, dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM) yang dapat mengoperasikan alat-alat tersebut," kata Budi, Selasa (12/12/2023).
Menurutnya, Kementerian Kesehatan sudah menghasilkan banyak inovasi dan akan terus berkembang demi melayani masyarakat.
Baca Juga: Masjid Ali Irak yang Megah, Dibangun Rp 600 Triliun, 100 Ton Kristal, 46 Ton Emas dan 5627 Meter Karpet Tenun
Namun perkembangan tersebut membutuhkan lebih banyak waktu dan komitmen yang kuat.
Sehingga, hal ini menjadi tantangan dan kesempatan untuk eksplorasi mendalam dan kemajuan pada layanan kesehatan.
"Bantuan dan kontribusi dari perusahaan kesehatan seperti Siemens Healthineers akan sangat membantu secara signifikan dalam mencapai objektif tersebut," tegasnya.
Baca Juga: Banyak Pembelian Mobil Bekas Jelang Tahun Baru dan Natal, Ini 7 Tips Penting untuk Calon Pembeli
Kerjasama ini terjalin selama tiga tahun dengan fokus di bidang penelitian dan keterampilan. Misalnya, praktek Theranostics dalam kedokteran Nuklir bersama RS Pusat Kanker Dharmais Jakarta dan RSUP Hasan Sadikin Bandung.
Adapun praktek theranostics, merupakan integrasi pengujian diagnostik dan terapi bertarget.
Siemens Healthineers berupaya mengembangkan kemitraan pendidikan dan pusat penelitian theranostics dalam Kedokteran Nuklir.
"Kolaborasi ini tidak hanya akan meningkatkan kemampuan alat medis, tetapi juga fokus pada peningkatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan untuk mendukung pertumbuhan Kedokteran Nuklir di Indonesia," ungkapnya.
Sementara itu, Country Head Siemens Healthuneers Indonesia, Alfred Fahringer melanjutkan, komponen utama dari kolaborasi tersebut akan mencakup lokakarya Pendidikan dan Program Pelatihan.
Sebab, Siemens Healthineers, akan memberdayakan para profesional kesehatan dengan pengetahuan dan keterampilan terkini yang diperlukan untuk menyediakan layanan kesehatan transformatif.
"Kemudian, inisiatif penelitian dan pengembangan. Kemitraan ini akan memfasilitasi proyek penelitian dan pengembangan bersama, membina kolaborasi antara Siemens Healthineers dan profesional kesehatan dari masing-masing rumah sakit," tuturnya.
"Penelitian kolaboratif ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan berkontribusi terhadap evolusi dalam lanskap layanan kesehatan Indonesia," tambahnya.
Alfred mengaku sangat antusias kolaborasi yang terjalin hari ini demi layanan kesehatan untuk rakyat Indonesia.
Ia pun yakin dengan pemberian pengetahuan dan penelitian ini bisa menambah ilmu para profrsional kesehatan untuk meningkatkam kesembuhan pasien.
"Kolaborasi inovatif ini menandai momen penting, seiring kami memulai perjalanan untuk mendefinisikan kembali solusi layanan kesehatan yang tepat, personal dan efektif untuk kepentingan masyarakat Indonesia," imbuhnya.
Disi lain, Direktur RS Kanker Dhsrmais, R. Soeko Werdi Nindito memgaku sangat senang dengan komponen pendidikan dari kolaborasi yang dibangun hari ini.
Sebab, melalui program pelatihan dan lokakarya khusus, para profesional kesehatan di RS Kanker Dharmais akan memiliki kesempatan untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilannya di bidang theranostics.
"Kami sangat senang dengan kerjasama hari ini," ungkapnya.
Masih tempat yang sama, Direktur RS Hasan Sadikin, Jimmy Panelewen menambahkan, kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan tim internalnya saja, tapi juga memberikan kontribusi meningkatkan standard keseluruhan praktisi kesehatan di Indonesia.
Misalnya, ada konsep digital twins di RS Pusat Kardiovaskular Nasional Harapan Kita, Jakarta.
Konsep tersebut bertujuan untuk membuat replika pasien dan deteksi dini, perencanaan perawatan yang dipersonalisasikan, prediksi risiko dan simulasi skenario.
"Dengan melakukan pendekatan multidisiplin yang terdiri dari para ahli klinis dan teknis, ternyata Siemens Healthineers berusaha untuk memahami penyakit kardiovaskular secara spesifik di Indonesia dan mengidentifikasi pendekatan Digital Twins yang memiliki kegunaan klinis yang tinggi," terangnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





