Jakarta

Siaga 2, Ratusan Orang Tewas dan Ribuan Lainnya Luka-luka Imbas Demo di Bangladesh

Titania Isnaenin | 6 Agustus 2024, 09:46 WIB
Siaga 2, Ratusan Orang Tewas dan Ribuan Lainnya Luka-luka Imbas Demo di Bangladesh

 

AKURAT JAKARTA- Demo besar-besaran di Bangladesh membuat status negera tersebut menjadi siaga 2.

Ini disebabkan oleh caosnya demo yang menuntut PM Sheikh Hasina mundur setelah 15 tahun berkuasa.

Keributan ini dipicu oleh adanya kuota pekerjaan pemerintah yang dinilai rakyat sebagai hal yang tidak beres.

Baca Juga: Pria di Makassar Tega Lempar Bayi ke Udara, Pelaku Hanya Dikenakan Wajib Lapor

Hingga pada Minggu (4/8) demo ini berujung pada kerusuhan nasional.

Lantaran terjadinya bentrok antara pendukung PM Sheikh Hasina dengan demonstran anti pemerintah.

Atas peristiwa tersebut setidaknya sebanyak 280 orang tewas dan puluhan ribu lainnya luka-luka

Baca Juga: Aneh Bin Ajaib, Mengaku Tak Suka Pakai Pil Ekstasi, Hasil Urine Marisa Putri Positif Narkoba

Kronologi

Demo di Bangladesh ini terjadi di daerah Dhaka, pada Minggu (4/8) sebuah kelompok penentang Hasina gelar aksi protes yang menyerukan Hasina untuk mundur.

Namun unjuk rasa berujung pada bentrok dengan kelompok pendukung Hasina yang menyebabkan sekitar 90 orang gugur.

Jumlah kematian tersebut menjadi rekor jumlah korban tewas terbanyak semenjak demo yang pecah di bulan Juli lalu.

Baca Juga: Aespa Kena Hipnotis! Grup Usungan SM Entertainment Ini Ceritakan Masing-masing Kehidupan Past Life Mereka, Masa Lalu Ninging Paling Tak Terduga

Karena demo yang semakin memanas, polisi langsung tembakan gas air mata dan peluru karet ke kerumunan massa di Shahbagh Square, Ibu Kota Dhaka.

Sementara itu, demonstran yang berada di distrik lain, yaitu distrik barat laut Sirajganj fokus menyerang kantor polisi dan menyebabkan 13 orang tewas.

Adapun demonstrasi di Bangladesh ini sendiri sebenarnya telah dimulai pada bulan Juli di Dhaka.

Awal dari demonstrasi yang dipimpin oleh mahasiswa ini dipicu oleh kemarahan rakyat atas penerapan kembali skema kuota pekerjaan di Bangladesh.

Yang mana menurut informasi, kebijakan itu pernah dibatalkan pada tahun 2018 oleh pengadilan.

Baca Juga: Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Selasa 6 Agustus 2024, Cek di Sini Selengkapnya

Kebijakan tersebut antara lain adalah dengan menyediakan 30 persen pekerjaan di sektor pemerintahan bagi keturunan veteran yang berperang dalam perang Pakistan pada tahun 1971.

Dan menurut rakyat, sebagian besar kebijakan 30 persen itu, merujuk pada partai Liga Awami pimpinan Hasina, yang memimpin gerakan kemerdekaan.

Sementara itu, sebanyak 26 persen, kuota lainnya akan dialokasikan kepada perempuan, penyandang disabilitas, dan etnis minoritas, sehingga membuka sekitar 3.000 posisi dimana 400.000 lulusannya bersaing dalam ujian pegawai negeri.

Baca Juga: Jelang Dimulainya Liga 1 2024/2025, Persija Tambah Amunisi Baru dengan Merekrut Bek Asal Brazil Pedro Dias, Berikut Profilnya!

Sedangkan seperlima dari 170 juta penduduk Bangladesh masih banyak yang menjadi pengangguran.

Unjuk rasa yang awalnya hanya menentang peningkatan kuota tersebut meningkat.

Setelah Hasina menyebut para pengunjuk rasa sebagai “Razakars”, yang mengacu pada orang-orang yang bekerja sama dengan Pakistan selama perang tahun 1971.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.