Jakarta

Bunuh Diri Karena Tak Kuat Dibully Senior, Mahasiswi PPDS Anestesi Undip Tenyata Ingin Berhenti Sejak Awal Semester

Titania Isnaenin | 15 Agustus 2024, 10:05 WIB
Bunuh Diri Karena Tak Kuat Dibully Senior, Mahasiswi PPDS Anestesi Undip Tenyata Ingin Berhenti Sejak Awal Semester

AKURAT JAKARTA - dr. Aulia Risma Lestari, mahasiswi PPDS Anestesi Undip sedang ramai diperbincangkan publik.

ARL diduga bunuh diri dengan cara menyuntikkan obat penenang yang hanya bisa diakses oleh dokter Anestesi dan dokter PPDS yang biasanya disuntikkan melalui infus. 

Korban yang akrab disapa Risma ini diketahui sedang menjalani program spesialis dokter Anestesi dan sudah menginjak semester 5.

Baca Juga: Dokter PPDS Bunuh Diri, Kemenkes Hentikan Sementara Program Studi Anestesi Undip

Risma dikenal sebagai mahasiswi cerdas selama menempuh pendidikan dokter.

Risma berhasil raih predikat cumlaude saat menjalani pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang.

Menurut pengakuan beberapa temannya, Risma mahasiswi angkatan 2014 tersebut mempunyai IPK 3,9.

Baca Juga: Dokter PPDS Anestesi Undip Bunuh Diri dengan Cara Menyuntikan Obat Penenang, Polisi Ungkap Adanya Indikasi Bully

"Mba risma selama kuliah cerdas sekali orgnya, ipk nya selalu cumlaude dan mmg terkenal cerdas di angkatan. Terakhir ipknya 3,8 atau 3,9 waktu itu. Kasian sekali" ungkap akun @mecobalamiin.

Tak hanya itu, sebuah pengakuan mengejutkan datang dari unggahan seorang dokter yang mengungkapkan bahwa korban sempat mengisi survei dari Kemenkes mengenai depresi.

"Innalillahi wa inna ilaihi raajiiuun. Dengar kabar ada dokter PPDS yang meninggal. Diduga bunuh diri. Ternyata tahun lalu, beliau sempat mengisi survei Kemenkes soal depresi. Sebuah kehilangan berharga. Apapun penyebab kematian beliau, harusnya itu jadi kasus yang pertama dan terakhir. Bagaimana kita memandang dan memperlakukan dokter junior dan PPDS ini jelas perlu bentuk pendekatan baru yang lebih memanusiakan mereka. Resiprokal," tulis akun @dr_koko28.

Hal tersebut kemudian dibenarkan oleh akun yang di ketahui adalah teman korban.

Menurut pengakuan temannya di media sosial X, Ia menyebut jika korban memiliki riwayat penyakit saraf kejepit dan depresi yang mengharuskannya rawat jalan.

Pada awal pendidikan, Risma mengaku sudah tidak cocok dengan prodi Anestesi tersebut.

Aulia Risma Lestari, sempat ingin mengundurkan diri, namun posisinya sebagai PNS dan ketidakmampuannya untuk membayar pinalti.

Risma sempat mengajukan permohonan ke Dinas Kesehatan namun ditolak.

"Setau saya mba risma pernah cuti saat semester 1 krn mrsa tdk cocok diprodi anestesi. Tp mba risma pns daerah dan tubel, jika mundur dari prodi akan ada pinalti denda dan beliau tdk sanggup membayar pinalti tsb. Sdh pernah ke dinkes jg, tp dinkes tdk bs bantu." jelas akun @mecobalamiin lagi. 

"Sejak saat itu mba risma memiliki depresi yg mengharuskan utk rawat jalan diklinik psikiatri. Selain itu jg mba risma ada sakit HNP(saraf kejepit) dan sdh 2x operasi. Beliau jg pernah mengisi survei kemenkes soal pembully an tp mmg senioritas turun temurun itu sulit dihentikan" sambungnya (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.