Bukti Sudah Lengkap, Kemenkes Bersama Polda Jateng Akan Tindak Lanjuti Kasus Perundungan Dokter Aulia Risma

AKURAT JAKARTA - Kemenkes bersama Polda Jawa Tengah kini mulai getol berkoordinasi untuk mengungkap dugaan kasus perundungan dokter Aulia Risma.
Pada Jumat (30/8) lalu, pihak kepolisian menyebut bukti hasil investigasi dari Kemenkes sudah diterima dan akan ditindaklanjuti segera oleh Ditreskrimum Polda Jateng.
Bukti-bukti tersebut menurut Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, akan diuji di laboratorium forensik sebelum dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sejumlah bukti yang dimaksud adalah berkaitan dengan keterangan-keterangan korban di telepon seluler, serta rekaman suara yang beredar di media sosial yang mengindikasi adanya dugaan senioritas.
Lebih lanjut, Polda Jawa Tengah mengungkap bahwa pihaknya masih menunggu hasil otopsi psikologi dari bukti yang sudah didapatkan.
"Kita masih menunggu dari hasil otopsi psikologi, hasil otopsi psikologi akan menjadi petunjuk bagi kita untuk menjelaskan penyebab kematian dari dokter Risma" kata Kombes Pol Artanto dikutip pada Senin, (2/9).
Adapun terkait isu perundungan, Polda Jateng akan menindaklanjuti laporan dari tim investigasi Kemenkes untuk kemudian dicocokkan dengan data yang ada dilapangan.
"Isu perundungan tersebut dan hasil-hasil penyelidikan dari tim investigasi dari Kemenkes kita terima dan kita akan lakukan pendalaman. Dan kita akan mesikronisasi yang ada dilapangan" katanya lagi.
Senada dengan hal tersebut, inspekstur investigasi Kemenkes, Valentino Rudy Hartanto juga menegaskan bahwa pihaknya sudah mendapatkan bukti yang diperlukan untuk mengungkap kematian Aulia Risma Lestari.
Baca Juga: Cegah Wabah Cacar Monyet, Menkes Siapkan Vaksin Monkeypox Untuk Kelompok Tertentu
"Yang jelas kami upayakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan data dan informasi dan itu sudah kami dapatkan" ujarnya.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Kemenkes telah melakukan pemeriksaan dan investigas internal terhadap lebih dari 10 saksi yang bekerja di RSUP Kariadi.
Mulai dari orang tua, rekan sejawat hingga senior yang menjadi bagian dari PPDS Anestesi Undip. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







