Jakarta

Inna Lillahi, 3 Balita Meninggal Dunia dalam Kebakaran 17 Kontrakan di Cipinang, BPBD DKI: Diduga Akibat Korsleting Listrik

Yasmina Nuha | 20 September 2024, 18:49 WIB
Inna Lillahi, 3 Balita Meninggal Dunia dalam Kebakaran 17 Kontrakan di Cipinang, BPBD DKI: Diduga Akibat Korsleting Listrik

AKURAT JAKARTA - Terjadi kebakaran hebat menimpa 17 rumah kontrakan di Jl. Cipinang Baru Bunder, RT. 005 RW 018, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Jumat (20/9/2024).

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan, melaporkan bahwa terdapat 3 balita meninggal dunia akibat kebakaran tersebut.

"Korban meninggal dunia yaitu Kanaya berusia 3,5 tahun, Al Ghifari berusia 2,5 tahun, dan Al'Syifa berusia 1,5 tahun," kata Yohan kepada wartawan, Jumat (20/9/2024).

Baca Juga: Tinjau Uji Coba Makan Bergizi Gratis di SDN 05/07 Wijaya Kusuma, Heru Budi: Siswa Sudah Suka Menunya

Tak hanya itu, lanjutnya, terdapat 70 warga dari 17 Kartu Keluarga (KK) yang mengungsi di mushola sekitar lokasi, yaitu di Mushola Al-Mujahidin.

Lebih lanjut, Yohan menjelaskan kronologi dari awal Kejadian kebakaran yang dimulai sekitar pada pukul 09:43 WIB.

"Info dari warga pada pukul 09.30 WIB api sudah membesar di lantai 2 rumah Bapak Yedi," ujarnya.

"Pada saat pemadam tiba dilokasi, api sudah merambat kebangunan lain dan mendapat info dari warga bahwa Ada 3 anak korban di rumah bapak Yedi," imbuhnya.

Kemudian, pemadaman pun selesai dilaksanakan sekitar pukul 11:50 WIB oleh petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta beserta petugas Pemprov DKI lainnya.

"Selesai ditangani oleh 10 Unit Damkar, TRC BPBD, PMI, AGD Dinkes, Dishub, Satpol PP, PLN, Personil PSKB/Tagana Dinsos, Personil Polsek dan Personil Koramil," ujarnya.

Baca Juga: Sempat Jadi Buronan Orang se Indonesia, Penangkapan Pembunuh Gadis Penjual Gorengan di Padang Ternyata Berawal dari Live TikTok, Begini Kronologinya

Kebakaran terjadi diduga akibat dari korsleting listrik. Saat ini pihaknya pun masih mendata berapa estimasi kerugian akibat kebakaran tersebut. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.