Sindiran Menkeu Terbukti? Sehari Dikritik, Kilang Pertamina Dumai Kembali Terbakar

AKURAT JAKARTA — Hanya berselang sehari setelah kritikan tajam Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ke PT Pertamina (Persero).
Kilang Pertamina di Dumai Riau kini kembali mengalami kebakaran.
Kebakaran kilang tersebut menjadi kali kedua dalam rentang waktu kurang dari dua tahun yang menimpa fasilitas vital milik Pertamina itu.
Dimana sebelumnya, pada Sabtu (1/4/2023), kebakaran di lokasi yang sama sempat melukai sembilan pekerja.
Meski faktanya kobaran api yang melalap area kilang berhasil dipadamkan pada Kamis pagi, namun detail penyebab pasti kebakaran masih diselimuti misteri.
Agustiawan, Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Dumai, menyatakan tim saat ini masih berfokus pada penanganan dan belum dapat merilis penyebab insiden
Baca Juga: Polda Metro Jaya Bekuk Pemilik Akun 'Bjorka' Usai Terlibat Kasus Akses Data Ilegal.
Belum juga terjawab, insiden kebakaran kilang justru kembali terjadi.
Yang mana secara ironis sindiran keras Menteri Keuangan Purbaya menjadi validasi atas sindiran pedas yang dilontarkan dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI sehari sebelumnya.
Dalam forum tersebut, Purbaya terang-terangan menyoroti kegagalan Pertamina merealisasikan janji pembangunan tujuh kilang baru sejak tahun 2018.
"Kenyataannya bukan bangun kilang, malah ada yang terbakar," cetus Purbaya, menyindir.
Baca Juga: Viral di Sosmed, Komunitas Pecinta Alam di Bitung Pakai Kekerasan saat Acara Orientasi
Menurut Menkeu, kondisi mandeknya pembangunan kilang ini menjadi biang keladi lonjakan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang nilainya mencapai puluhan miliar dolar setiap tahun, memberatkan subsidi energi, dan mengganggu neraca perdagangan nasional.
"Subsidi energi naik dari tahun ke tahun. Kita impor solar dan diesel sampai puluhan miliar dolar setiap tahun,” ujarnya dengan nada heran, mempertanyakan mengapa situasi krusial ini dibiarkan berlarut-larut.
Purbaya bahkan mengungkap keheranan publik atas penolakan Pertamina terhadap tawaran investor asal China pada 2018.
Investor tersebut menawarkan pembangunan kilang dengan skema Build-Operate-Transfer (BOT) di mana kilang akan diserahkan gratis kepada negara setelah 30 tahun.
Baca Juga: Shell Indonesia Dipastikan Tutup Bisnis SPBU 2026 Mendatang
Pertamina, kala itu, menolak dengan dalih sudah memiliki rencana ambisius untuk membangun tujuh kilang baru dalam waktu lima tahun.
Namun, hingga kini, rencana itu tak kunjung terwujud.
Menutup pernyataannya, Purbaya secara spesifik meminta DPR untuk mengawasi ketat Pertamina.
Desakan ini bertujuan agar BUMN energi tersebut segera merealisasikan proyek kilang untuk memangkas ketergantungan impor BBM dan meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kilang Dumai sendiri merupakan salah satu fasilitas strategis negara, menempati urutan ketiga terbesar di Indonesia, dengan kapasitas pengolahan mencapai 170 MBPOD (ribu barel per hari).
Insiden berulang di kilang yang vital ini tentu kian menambah sorotan tajam terhadap kinerja dan rencana jangka panjang Pertamina. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








