Jakarta

Viral Perwakilan SHI Curhat Gaji Hakim 'Cuma' Rp 12 Juta, Setara Jajan Rafathar 3 Hari, Netizen: Ga Bersyukur!

Saeful Anwar | 9 Oktober 2024, 07:07 WIB
Viral Perwakilan SHI Curhat Gaji Hakim 'Cuma' Rp 12 Juta, Setara Jajan Rafathar 3 Hari, Netizen: Ga Bersyukur!

AKURAT JAKARTA - Publik dihebohkan dengan pernyataan Rangga Lukita Desnata mengenai keluhannya tentang gaji hakim yang 'cuma' seperti jajan Rafathar selama 3 hari. 

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh perwakilan Solidaritas Hukum Indonesia (SHI) itu saat audiensi dengan pimpinan DPR pada Selasa, 8 Oktober 2024. 

Potongan video pernyataan Rangga diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo dan menuai reaksi geram netizen.

Baca Juga: Informasi SIM Keliling di Lima Lokasi Jakarta Hari Ini, Rabu, 9 Oktober 2024

Pernyataan ini mengundang berbagai tanggapan dari publik, terutama mengingat konteks ekonomi saat ini.

Rangga mengklaim bahwa gaji hakim sebesar Rp 12 juta per bulan sangat tidak memadai. Dalam audiensi tersebut, ia mengungkapkan bahwa gaji hakim tidak mengalami kenaikan selama 12 tahun dan bahkan menyamakan gaji tersebut dengan uang jajan anak artis Rafi Ahmad, Rafathar.

"Gaji kami saat ini bisa jadi seperti uang jajan Rafathar 3 hari," ucap Rangga di Gedung DPR Selasa kemarin, dikutip dari Instagram @fakta.indo pada Rabu, 9 Oktober 2024.

"Kami punya tanggungan anak istri, orang tua," lanjutnya.

Baca Juga: Update Rabu 9 Oktober 2024, Kualitas Udara di Jakarta Masih Tak Sehat

Mari kita tengok realitasnya: gaji Rp 12 juta per bulan sudah tergolong cukup tinggi jika dibandingkan dengan banyak pekerjaan lain di Indonesia.

Banyak profesional di sektor swasta, seperti pegawai admin atau tenaga penjual, bahkan harus berjuang dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

Ditambah lagi, hakim merupakan pekerjaan yang cukup bergengsi dengan jaminan kerja yang relatif aman.

Rangga mengklaim bahwa gaji hakim junior terdiri dari gaji pokok Rp 3,5 juta dan tunjangan Rp 8,5 juta.

"Anggap aja penghasilan baru dianggap diangkat jadi hakim Rp 12 juta (rinciannya) tunjangan Rp 8,5 juta dan gaji pokok Rp 3 jutaan," jelasnya.

Baca Juga: Tingkatkan Literasi Warga Kabupaten Tangerang, Pasangan MADANI Janji Akan Perbanyak Perpustakaan

Namun, apakah gaji ini tidak cukup? Banyak orang di luar sana yang harus berjuang dengan penghasilan jauh lebih rendah, bahkan tanpa tunjangan.

Selain itu, pernyataan bahwa sisa gaji harus digunakan untuk kredit mobil terdengar seperti keluhan yang kurang relevan.

"Sisa uang Rp 7 juta digunakan untuk kredit mobil. Pasalnya, hakim tidak mungkin menggunakan motor karena terlalu rentan," tambahnya.

Sikap meremehkan ini seolah menegaskan bahwa para hakim mungkin tidak sepenuhnya menghargai posisi mereka.

Dalam banyak kasus, pekerjaan sebagai hakim adalah pilihan karier yang menjanjikan dengan tunjangan dan fasilitas yang cukup baik.

Jadi, alih-alih meratapi nasib, mungkin saatnya para hakim untuk melihat sekeliling dan memahami bahwa mereka masih berada dalam posisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan banyak pekerja lainnya.

Baca Juga: Sempat Jadi Tantangan dan Beban Timnas, Skuad Garuda Kini Pastikan Bisa Bertandang ke Qingdao Lebih Cepat

Hingga artikel ini ditulis, unggahan @fakta.indo mengenai pernyataan Rangga telah mendapatkan lebih dari 16 ribu suka dan dikomentari sebanyak 5.878 kali.

Beberapa reaksi netizen pun mencuat, seperti, "12 jt ga cukup untuk menghidupi keluarga?" tulis @fhar***.

Lainnya menambahkan, "12 juta ngeluh, apakabar dengan gaji guru honorer yang 200-300 rb?" ucap @ari***.

Sedangkan @ario*** menyatakan, "ga ada bersyukur-syukurnya yak." (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.