Jakarta

Mahasiswa Unsri Buka Suara soal Video Ospek Cium Sesama Jenis, Akui sebagai Permainan Spontan Alumni

Titania Isnaenin | 24 September 2025, 06:59 WIB
Mahasiswa Unsri Buka Suara soal Video Ospek Cium Sesama Jenis, Akui sebagai Permainan Spontan Alumni

 

 

AKURAT JAKARTA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA) Universitas Sriwijaya (Unsri) akhirnya memberikan klarifikasi terkait viralnya video ospek yang memperlihatkan paksaan untuk saling mencium sesama jenis.

Video klarifikasi tersebut diunggah setelah publik geger melihat rekaman kejadian pada Sabtu, 20 September 2025, lalu.

Menurut keterangan perwakilan mahasiswa, Dwinandra mengklaim bahwa aksi cium kening merupakan bagian dari sebuah permainan spontan.

Baca Juga: Viral, Maba Unsri Dipaksa Cium Sesama Jenis oleh Senior saat Ospek

Ia mengakui bahwa ide permainan itu didapatnya dari seorang alumni.

"Saya selaku penggerak kegiatan tersebut, yang di mana saya mendapatkan ide games tersebut bersama teman saya, Rayan," kata Dwinandra.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ospek awalnya berjalan normal, diawali dengan kerja bakti membersihkan lingkungan jurusan.

Baca Juga: Pengakuan Bersejarah: Prancis Resmi Akui Kedaulatan Palestina

Menurut Arjuna Satria, koordinator acara, kegiatan bersih-bersih ini bertujuan untuk membangun rasa kekeluargaan di antara mahasiswa baru dan panitia.

Setelah kegiatan kerja bakti selesai, acara dilanjutkan dengan forum rundingan ketua angkatan yang berlangsung hingga sore.

Namun, di akhir acara, aksi "ospek cium kening" tersebut direkam oleh salah satu panitia.

Rekaman itu awalnya hanya ditujukan untuk lingkup pertemanan, tetapi entah bagaimana bocor ke grup angkatan 2023-2025 dan kemudian menyebar luas di media sosial.

Baca Juga: Mic Prabowo Mati saat Pidato di PBB, Kemlu Buka Suara

Ivandi Cesario Amar, Ketua Umum HIMATETA Unsri, mengakui kesalahan yang telah terjadi.

Ia bersama panitia secara terbuka meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat keteledoran tersebut.

"Atas kejadian ini kami tidak memikirkan dampak jangka panjangnya. Kami memohon maaf sebesar-besarnya dan menerima segala konsekuensi yang diberikan Universitas Sriwijaya," ujar Ivandi.

Pihak HIMATETA Unsri menyatakan siap menerima sanksi apa pun yang akan diberikan oleh pihak kampus terkait insiden yang telah mencoreng nama baik almamater ini. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.