Jakarta

Mic Prabowo Mati saat Pidato di PBB, Kemlu Buka Suara

Titania Isnaenin | 23 September 2025, 21:34 WIB
Mic Prabowo Mati saat Pidato di PBB, Kemlu Buka Suara

 

AKURAT JAKARTA- Mikrofon Presiden Prabowo Subianto sempat mati selama lebih dari satu menit saat menyampaikan pidato tentang Solusi Dua Negara di Markas PBB, New York, pada Senin (22/9) lalu.

Insiden tersebut terjadi di tengah pidato yang menekankan desakan Indonesia untuk menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza.

Dalam pidato berdurasi total enam menit sepuluh detik, mikrofon Prabowo tiba-tiba tidak berfungsi pada satu menit terakhir.

Baca Juga: Prabowo Bertemu Sekjen PBB, Bahas Peran Indonesia dalam Perdamaian Global

Padahal, saat itu ia tengah menyampaikan poin penting mengenai perdamaian.

"Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza, dan mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita. Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan. Kita harus mengatasi kecurigaan," ujar Prabowo dalam pidato.

Ia melanjutkan, "Kami siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kami bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian," lanjutnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Melesat Rp41 Ribu, Capai Rp2,16 Juta per Gram

Setelah pernyataan tersebut disampaikan, mikrofonnya mati beberapa saat.

Suara Prabowo baru kembali terdengar di ujung pidato, saat ia menutup pidatonya dengan seruan damai.

"Terima kasih banyak. Damai, damai sekarang, damai segera. Kita butuh perdamaian. Terima kasih banyak," kata Presiden.

Baca Juga: Cuma TDP Rp 19 Juta, Bisa Bawa Pulang Toyota Kijang Innova Zenix 2023 Bekas

Terkait insiden mic mati di tengah pidato Prabowo,
Direktur Informasi Media Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Hartyo Harkomoyo, menjelaskan bahwa insiden ini merupakan bagian dari prosedur forum.

"Setiap negara diberikan kesempatan lima menit untuk berbicara di forum tersebut," kata Hartyo dalam keterangan resmi.

"Apabila pidato lebih dari lima menit, maka mic akan dimatikan," tambahnya.

Menurut Hartyo, suara Prabowo yang tidak terdengar pada video siaran disebabkan oleh pidato yang melebihi batas waktu.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Bus Transjakarta Jadi Sorotan, Dirut: Kita Gandeng KNKT Untuk Lakukan Audit dan Evaluasi Operator Layanan

Meskipun begitu, pihak Kemlu memastikan bahwa para delegasi yang hadir di dalam ruangan masih dapat mendengar pidato Presiden dengan jelas.

Sebagai informasi, dalam forum tersebut, Presiden Prabowo berbicara pada urutan kelima setelah pemimpin negara-negara lain seperti Raja Yordania Abdullah II, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, dan Presiden Portugal Marcelo Nuno Duarte Rebelo de Sousa. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.