Jakarta

Nama Prathita Amanda Aryani Viral Gegara Dituding Jadi Pelaku Bullying di PPDS, RSUD Cibinong Buka Suara

Titania Isnaenin | 17 Agustus 2024, 09:19 WIB
Nama Prathita Amanda Aryani Viral Gegara Dituding Jadi Pelaku Bullying di PPDS, RSUD Cibinong Buka Suara

AKURAT JAKARTA - Usai muncul nama Prathita Amanda Aryani yang disorot karena dituding jadi pelaku perundungan di PPDS Undip.

Rumah sakit Cibinong buka suara terkait dokter yang disebut bekerja di Rumah Sakit tersebut.

Baca Juga: Budi Gunadi Sadikin Benarkan Adanya Dugaan Intimidasi yang Dilakukan Senior ke Junior PPDS Anestesi Undip

Pertama kali, nama Prathita menyeruak di media sosial lantaran beredar pesan WhatsApp yang meminta junior makan nasi padang 5 bungkus per orang.

Dokter Prathita diketahui merupakan chief PPDS Bedah Undip yang dilihat dari pesan WhatsApp melakukan tindak bullying ke juniornya.

Baca Juga: Imbas Kasus Dugaan Perpeloncoan Dilingkungan PPDS, Kini Viral Chief Bedah Undip Minta Junior Makan Nasi Padang 5 Bungkus Per Orang

"Dengan ini kami informasikan bahwa atas nama dr. Prathita Amanda Aryani tidak berpraktek di RSUD Cibinong. Adapun segala bentuk tindakan serta pemberitaan yang saat ini viral di media sosial tentang dokter yang bersangkutan adalah diluar tanggung jawab kami" tulis akun @rsudcibinong_bogor dikutip pada Sabtu (17/8).

Adapun sebelumnya, tercatutnya nama RS Cibinong dengan dr. Prathita Amanda Aryani diawali dengan profil LinkedInnya yang bertuliskan "Medical doctor at RSUD Cibinong".

Baca Juga: Seorang Dokter Obsgyn Bagikan Cerita Bocah SD 10 Tahun Gemar Tidur Bareng Pasangan

Dokter yang viral itu lantas banyak dicekal oleh netizen karena munculnya beberapa bukti perundungan yang dilakukan oleh dr. Prathita Amanda Aryani.

Dalam pesan grup WA tersebut, dr. Prathita meminta junior makan nasi padang 5 bungkus sebagai hukuman.

"Nasi Padang 1 utuh, lauk : sayur nangka, telur bulat, ayam pop. Jumlah 5 bungkus/orang. Share video kalian lagi makan itu 5 bungkus/orang disini jam 14.00. Mengerti?" Tulis pesan dalam grup WhatsApp. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.