Jakarta

Budi Gunadi Sadikin Benarkan Adanya Dugaan Intimidasi yang Dilakukan Senior ke Junior PPDS Anestesi Undip

Titania Isnaenin | 16 Agustus 2024, 20:16 WIB
Budi Gunadi Sadikin Benarkan Adanya Dugaan Intimidasi yang Dilakukan Senior ke Junior PPDS Anestesi Undip

AKURAT JAKARTA - Adanya penyangkalan tindak perpeloncoan dilingkungan PPDS Anestesi Undip membuat kasus ini semakin rumit.

Pihak Universitas dengan tegas memberi pernyataan bahwa tidak ada tindak bullying yang ditemukan di wilayah pendidikan spesialis Anestesi.

Sementara itu, pihak kepolisian justru mengungkap adanya buku diary Aulia Risma Lestari yang ditemukan di kamar kosnya.

Baca Juga: Imbas Kasus Dugaan Perpeloncoan Dilingkungan PPDS, Kini Viral Chief Bedah Undip Minta Junior Makan Nasi Padang 5 Bungkus Per Orang

Yang mana buku tersebut berisikan keluh kesah korban selama menempuh pendidikan di prodi Anestesi.

Melihat adanya indikasi bullying, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan investigasi ke prodi terkait.

Untuk mengusut tuntas apakah benar adanya tindak senioritas yang dilakukan.

Baca Juga: Seorang Dokter Obsgyn Bagikan Cerita Bocah SD 10 Tahun Gemar Tidur Bareng Pasangan

"Kita sudah menemukan, ada bukti catatan hariannya. Jadi, kita bisa melihat perkembangan moral kejiwaannya dia seperti apa, juga cukup detil ditulis di buku hariannya. Jadi, kita nanti akan confirm apakah hal ini benar-benar terjadi. Kalau hal ini benar-benar terjadi, kita akan pastikan yang memperlakukan seperti ini akan kita berikan sanksi yang tegas" kata Budi Gunadi dikutip dari Antara pada Jumat (17/8). 

Baca Juga: Pasal Anestesi Beredar di Media Sosial, Diduga Jadi Bukti Bullying Mahasiswi PPDS Aulia Risma Lestari Bunuh Diri

Lebih lanjut, saat melakukan penyelidikan oleh jajaran, Budi mengetahui bahwa ada intimidasi yang dilakukan oleh senior kepada para junior PPDS Anestesi.

Hingga akhirnya, Budi Gunadi Sadikin memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan pembelajaran di PPDS Anestesi Undip.

Baca Juga: Warga Jakarta Geger Soal NIK yang Dicatut Sepihak Untuk Dukung Pasangan Dharma-Kun

"Hal ini kita lakukan sementara karena begitu kita mau memeriksa semua murid-murid junior yang ada di sana, diintimidasi. Tidak boleh bicara. Nah ini menurut saya tidak baik karena mereka masih berinteraksi di sana. Itu sebabnya kita berhentikan sementara," ungkap Menkes kepada wartawan, Kamis (15/8).

Budi juga menegaskan bahwa penutupan ini tidak dilakukan selamanya.

Baca Juga: Seorang Dokter Obsgyn Bagikan Cerita Bocah SD 10 Tahun Gemar Tidur Bareng Pasangan

Hal tersebut dimaksudkan agar tidak ada junior yang terintimidasi ketika dimintai keterangan jajaran Kemenkes.

"Kita tidak ada niat ini untuk menutup PPDS tersebut selama mungkin. Nggak. Kita mau bikin situasi yang nyaman agar semua orang pada saat kita panggil bisa berbicara apa adanya tanpa takut diintimidasi, diancam oleh senior-seniornya. Sehingga dengan begitu kita bisa ambil tindakan yang tegas dan kemudian insya Allah bisa dibuka kembali," katanya lagi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.