Jakarta

Dituduh Palsu, Jokowi Persilahkan Polisi untuk Periksa Ijazahnya Pakai Digital Forensik

Titania Isnaenin | 30 April 2025, 18:51 WIB
Dituduh Palsu, Jokowi Persilahkan Polisi untuk Periksa Ijazahnya Pakai Digital Forensik

 

AKURAT JAKARTA - Terus dituduh miliki ijazah palsu, Presiden Ketujuh RI Joko Widodo persilahkan para penyidik untuk buktikan ke asliannya.

Jokowi kepada para wartawan menyebut, pihak kepolisian boleh saja memeriksanya dengan menggunakan alat digital forensik apabila diperlukan.

"Kalau diperlukan ya silahkan (digital forensik), yang jelas sudah kita bawa ke ranah hukum," jelas Joko Widodo saat ditemui di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (30/4).

Baca Juga: Dinilai Berlarut-larut, Jokowi Laporkan Soal Tudingan Ijazah Palsu ke Polda Metro Jaya

Menurutnya, pembuktian keaslian ijazahnya itu menjadi penting agar masalah tersebut menjadi jelas dan gamblang.

"Ya ini sebetulnya masalah ringan. Urusan tuduhan ijazah palsu. Tetapi perlu dibawa ke ranah hukum, agar semua jelas dan gamblang ya," katanya lagi.

Ia bahkan menuturkan bahwa masalah ini menjadi semakin berlarut-larut, sehingga dirinya memutuskan untuk membawa polemik ijazah palsu ke ranah hukum.

Baca Juga: Panitia SNPMB Temukan 50 Peserta yang Terciduk Lakukan Kecurangan dan 10 Joki dalam Enam Hari Pelaksanaan UTBK

"Kan dulu masih menjabat, saya pikir sudah selesai. Ternyata masih berlarut-larut sehingga dibawa ke ranah hukum lebih baik," tegasnya.

Sebelumnya, Jokowi telah menjalani serangkaian pemeriksaan di Polda Metro Jaya hingga pukul 12.25 WIB.

Saat ditemui wartawan, Jokowi mengaku mendapat banyak pertanyaan dari penyidik terkait ijazah yang dituduhkan.

Baca Juga: KSAL Curhat ke DPR, TNI AL Punya Tunggakan Pembayaran BBM Senilai Triliunan Rupiah ke Pertamina

"Ditanya banyak, ditanya sekitar 30-35 pertanyaan," katanya lagi.

Sementara itu, kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan turut membantah adanya tuduhan yang dilayangkan kepada kliennya.

Yakup juga menjelaskan bahwa kebenaran harus dapat dibuktikan agar memulihkan nama baik Jokowi dan nama baik rakyat Indonesia.

Baca Juga: Tuai Kecaman, Guru di Kabupaten Bandung Jawa Barat Beri Soal Ujian ke Siswa untuk Gambar Alat Kelamin Sendiri

"Agar semuanya terang benderang. Agar kebenaran dapat terlihat dan agar nama baik pak Jokowi dan nama baik rakyat Indonesia dapat dipulihkan dan dijaga juga. Sehingga hal ini tidak terjadi lagi," terang Yakup. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.