Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Jakarta dan Yogyakarta Negatif

AKURAT JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi bahwa dua kasus suspek hantavirus terbaru yang ditemukan di Jakarta dan Yogyakarta telah dinyatakan negatif.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebutkan bahwa kedua pasien tersebut saat ini telah sembuh dan dipastikan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Indonesia telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran hantavirus, khususnya varian Andes yang kini tengah mewabah di sebuah kapal pesiar internasional.
"Kami sudah koordinasi dengan WHO untuk meminta panduan skrining," ujar Menkes.
Baca Juga: WHO Tegaskan Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Pemerintah mengeklaim kapasitas laboratorium nasional saat ini jauh lebih siap dibandingkan masa pandemi lalu.
"Kami sudah meminta panduan (guidance) dari WHO untuk melakukan skrining. Fokus saat ini adalah memastikan perangkat deteksi kita siap," ujar Budi Gunadi.
Data Kasus Hantavirus di Indonesia
Meskipun kasus terbaru dinyatakan negatif, data Kemenkes menunjukkan bahwa hantavirus bukanlah ancaman baru di tanah air.
Sepanjang tahun 2024 hingga Mei 2026, tercatat ada 23 kasus terkonfirmasi positif hantavirus dengan 3 orang di antaranya meninggal dunia.
Kasus-kasus tersebut tersebar di sembilan provinsi, dengan persebaran tertinggi berada di wilayah perkotaan:
Jakarta & Yogyakarta: Masing-masing mencatatkan 6 kasus positif.
Jawa Barat: Mencatatkan 5 kasus positif.
Provinsi Lain: Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Banten, Sulawesi Utara, NTT, dan Jawa Timur masing-masing mencatatkan 1 kasus.
Meski hantavirus yang ada di Indonesia umumnya tidak seganas varian Andes yang menyerang paru-paru dan jantung, masyarakat tetap harus waspada terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam meminimalkan keberadaan tikus di area pemukiman. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




