Dokter RSCM Pastikan Korban Keracunan MBG Karo Tak Alami Hilang Ingatan: Hanya Serangan Panik

AKURAT JAKARTA — Kondisi kesehatan dua siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang menjadi korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG), menunjukkan perkembangan positif.
Setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sejak pertengahan September 2026, Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga kini bersiap untuk kembali ke rumah dan bersekolah.
Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, Dr. dr. Renan Sukmawan, mengonfirmasi bahwa kedua pasien tidak berada dalam kondisi kritis.
Selama masa pemulihan, mereka dirawat di ruang VIP standar Kencana RSCM guna mendukung kenyamanan fisik dan psikologisnya.
"Jadi perawatannya di ruang rawat biasa. Pasien dapat berkomunikasi baik. Kedua adik kita ini sudah kami rawat dan alhamdulillah saya ingin menyampaikan, hari ini kondisinya sudah baik dan jauh lebih baik," ujar Dr. Renan dalam konferensi pers pada Rabu.
Pihak rumah sakit menargetkan kedua siswi dapat mulai menjalani rawat jalan pada akhir pekan ini agar dapat segera melanjutkan pendidikannya.
"Insyaallah segera kami rencanakan rawat jalan, supaya adik-adik kita ini cepat sekolah kembali. Ini tugas kami di RSCM untuk menangani sebaik-baiknya perawatan sampai persiapan rawat jalannya selesai," tambah Dr. Renan.
Sebelumnya, kasus ini menarik perhatian publik akibat kekhawatiran pihak keluarga terkait dugaan kerusakan fungsi otak, penurunan fungsi ginjal, hingga hilangnya ingatan pada korban.
Ibunda Febiona, Elvinus Lusiana Sitanggang (49), sempat menyampaikan bahwa putrinya mengalami keluhan kejang dan sulit mengenali keluarga serta teman sekolahnya saat diperiksa di RSUP H Adam Malik Medan pada awal September.
Namun, tim dokter spesialis RSCM menepis isu gangguan memori dan kerusakan otak tersebut.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi Anak RSCM, Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan klinis, fisik, dan rekam gelombang otak (electroencephalography/EEG) pasien berada dalam kondisi baik.
"Yang jelas pada saat saya periksa saat ini, ananda ingatannya sangat baik. Memori jangka pendek maupun jangka panjangnya. Dan juga pemeriksaan elektroensefalografi juga tidak menunjukkan gangguan apa pun," terang Handry.
Handry menjelaskan bahwa kejang yang dialami pasien bukanlah indikasi epilepsi maupun gangguan struktural pada organ otak.
"Diagnosis dari neurologi anak adalah paroksismal non-epileptiform event. Jadi bahasa awamnya adalah suatu serangan tiba-tiba yang bukan merupakan suatu kejang sebetulnya, dan juga bukan problem organ dari otak itu sendiri," jelasnya.
Dari sudut pandang kesehatan jiwa, Konsultan Psikiatri Anak dan Remaja RSCM, Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, turut membantah dugaan bahwa pasien mengalami kondisi psikotik atau kesulitan membedakan realitas dan fantasi.
Gejala yang muncul dipastikan sebagai dampak dari serangan panik akibat tekanan yang dialami pasien.
"Yang pasti mendukung adalah adanya beberapa serangan panik dalam waktu satu bulan ini. Sehingga ketika dia mengalami tekanan yang besar, lalu kepanikan itu muncul, lalu diduga sebagai sesuatu yang seperti psikotik," ungkap Tjhin.
Tjhin menegaskan bahwa fungsi kognitif dan tingkat kesadaran pasien saat ini tergolong stabil tanpa adanya tanda-tanda disorientasi.
"Dia tahu dia di mana, dia tanggal berapa, hari apa, siapa, dia semuanya tahu. Jadi saya tidak melihat adanya disorientasi atau ada masalah pada memori kerjanya. Secara keseluruhan tampaknya saat ini masih cukup baik," tutupnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Valencia di La Liga, 16 September 2026: Ujian Berat Tim Juru Kunci di Mendizorroza
- 2Prediksi Skor West Ham vs Fulham di Carabao Cup, 16 September 2026: Mampukah The Hammers Lanjutkan Tren Positif?
- 3Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia, 15 September 2026: Mampukah Grifone Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di La Liga, 16 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Krisis Pertahanan?
- 5Prediksi Skor Fiorentina vs Pisa di Coppa Italia, 16 September 2026: Momentum Paolo Vanoli Diuji di Derby Toscana
- 6Prediksi Skor Ipswich Town vs Arsenal di Carabao Cup, 16 September 2026: The Gunners Incar Tujuh Kemenangan Beruntun
- 7Prediksi Skor Liverpool vs Tottenham Hotspur di Carabao Cup, 16 September 2026: Mencari Pelampiasan di Anfield
- 8Prediksi Skor Elche vs Real Madrid di La Liga, 16 September 2026: Mampukah Los Blancos Taklukkan Tuan Rumah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




