Mulai 2027, Gaji PPPK Daerah Bakal Ditanggung Pusat, Rp31,1 Triliun Disiapkan

AKURAT JAKARTA - Rencana pemerintah mengubah status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi penuh waktu mulai Januari 2027 membawa perubahan yang bukan hanya berkaitan dengan status kepegawaian.
Ada perubahan lain yang tak kalah penting, yakni siapa yang akan menanggung pembiayaan mereka.
Mantan menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI pada Senin (14/9/2026), pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp31,1 triliun untuk membiayai PPPK paruh waktu yang akan menjadi penuh waktu.
Pemerintah juga membuka kemungkinan anggaran tersebut bertambah sesuai kebutuhan program.
Dalam skema yang disampaikan tersebut, PPPK paruh waktu di daerah direncanakan beralih menjadi PPPK penuh waktu mulai Januari 2027.
Setelah perubahan itu, pembiayaannya akan ditanggung pemerintah pusat.
"Jadi ada program di tahun depan, awal Januari 2027, semua Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) Paruh Waktu di daerah akan menjadi PPPK Penuh Waktu, dan dibayar oleh Pemerintah Pusat," ujar Purbaya.
Perubahan ini membuat persoalan PPPK tidak hanya berkaitan dengan kepastian status kerja.
Pola pembiayaannya juga ikut bergeser dari daerah ke pusat.
Selama ini, pembiayaan PPPK daerah masih berkaitan dengan kemampuan fiskal masing-masing pemerintah daerah.
Baca Juga: Viral Pungli dan Temuan Botol Miras di RPTRA Kalijodo, Begini Penjelasan Satpol PP DKI
Dengan adanya rencana pengalihan tersebut, pemerintah pusat akan mengambil peran lebih besar dalam pembiayaan aparatur tersebut.
Pemerintah juga menyiapkan skema untuk PPPK daerah yang saat ini sudah berstatus PPPK penuh waktu tetapi gajinya masih dibayarkan pemerintah daerah.
Pengalihan pembiayaan kepada pemerintah pusat direncanakan dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun ke depan.
Dari sisi pemerintah daerah, perubahan pembiayaan ini berkaitan dengan ruang fiskal dalam APBD.
Ketika sebagian beban pembayaran pegawai beralih ke pemerintah pusat, anggaran daerah tidak lagi harus menanggung seluruh kebutuhan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 3Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 8Kabar Gembira! BSU Rp 900 Ribu untuk Pekerja Cair November-Desember 2026, Ini Syarat Lengkapnya
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







