Jakarta

3 Polisi Ditangkap Terkait Jual Beli Senjata, Bukan Terorisme

Ainun Kusumaningrum | 18 Agustus 2023, 22:17 WIB
3 Polisi Ditangkap Terkait Jual Beli Senjata, Bukan Terorisme

AKURAT.CO - Tiga oknum polisi ditangkap atas kasus jual beli senjata dan tidak ada anggota Polri yang terkait jaringan terorisme di Bekasi, Jawa Barat.

"Kami perlu tegaskan bahwa anggota Polri tidak ada hubungan dengan jaringan teror," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Jumat.

Hengki mengatakan, tiga anggota Polri yang di tangkap tidak ada kaitannya dengan teroris, hanya menerima senjata api ilegal.

Baca Juga: Ridwan Kamil Bantah PLTU Banten Jadi Penyebab Polusi Udara di Jakarta

Pertama atas nama Reynaldi Prakoso, anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Saat ini telah ditempatkan di penahanan khusus.

Hengki memastikan akan memproses secara apabila ditemukan unsur dipidana, walaupun itu adalah anggota Ditreskrimum.

"Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Paminal Polda Metro Jaya menangkap Reynaldi Prakoso karena yang bersangkutan menerima senjata dari salah satu penjual senjata ilegal," ujarnya.

Baca Juga: Santunan 3 Korban Tewas Kebakaran Hotel di Melawai, Pihak Hotel Tunggu Hasil Penyelidikan

Oknum kedua Bripka Syarif Muksin, anggota Renmin Samapta Polresta Cirebon Kabupaten. Dia diduga berkoordinasi dengan Reynaldi Prakoso untuk mendapatkan senjata api ilegal.

"Jadi Reynaldi Prakoso pernah minta bantu buatin atau 'upgrade' dari senjata airgun ke senpi melalui Syarif dihubungkan ke pabrik yang di Semarang. Itu jadi gak ada kaitannya sama teror," katanya.

Terakhir atas nama Iptu Muhamad Yudi Saputra (Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara).

Baca Juga: Korban Tewas Kebakaran Hotel F2 Melawai Diduga Akibat Terkunci di Dalam Kamar

Dalam berita yang beredar, nama Iptu Muhamad Yudi disebut-sebut sebagai pemasok senjata laras panjang kepada tersangka Dananjaya Erbening. Terkait hal itu, Hengki membantahnya.

"Ini berita salah, penyuplai senpi dan combat sudah kami tangkap. Itu sipil, kami tidak perlu sebut namanya siapa. Jadi ini banyak biasnya berita yang beredar, jadi perlu luruskan," ujar dia.

Hengki menerangkan, pihaknya merasa perlu meluruskan informasi yang beredar. Dalam hal ini, penyidik bersama-sama Densus 88 Antiteror berkomitmen meningkatkan operasi penangkapan senjata ilegal.

"Masih banyak yang kami sita termasuk kami deteksi beberapa pabrik yang akan kami adakan penangkapan," katanya.

​​​​​​Pihaknya berkolaborasi dengan Densus 88 Antiteror dan POM TNI. "Kita jaga Indonesia menjaga keamanan agar tetap kondusif," kata dia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.