Jakarta

ADA ADA AJE: Rebutan Istri, Suami Ketiga Bunuh Suami Kedua

Sastra Yudha | 27 Agustus 2023, 22:55 WIB
ADA ADA AJE: Rebutan Istri, Suami Ketiga Bunuh Suami Kedua

AKURAT.CO - Mengapa wanita tidak boleh punya suami lebih dari satu alias poliandri? Karena pasti nggak bisa ngaturnya.

Kalaupun bisa diatur bergantian, nanti kalau hamil dan punya anak, bingung juga menentukan itu sperma siapa yang jadi anak.

Antar suami bisa bacok-bacokan. Seperti yang terjadi dengan wanita inisial SR (22), warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Meski umurnya baru 22 tahun, namun SR telah menikah sebanyak tiga kali.

Suami pertama SR meninggal dunia. Tak lama menjanda, SR kemudian menikah dengan AS (31). Dari pernikahannya dengan AS, SR dikaruniai seorang anak.

Baca Juga: 4 Laga Raih Hasil Kurang Baik, Thomas Doll Kecewa dan Merasa Persija Bukan Tim Kuat

Namun, lantaran terdesak masalah ekonomi, SR lalu merantau ke Malaysia. SR pun bekerja di perkebunan kelapa sawit di negeri jiran tersebut.

Dasar wanita doyan selangkangan, ia tak betah lama-lama tidur sendirian. Tiap malam, apemnya gatal karena tidak ada yang ngelus-ngelus dan menusuk-nusuk.

Maka, SR kemudian menikah lagi dengan SN. Padahal, status pernikahannya dengan AS belum bercerai. Artinya, secara hukum SR telah melakukan poliandri. Meskipun kedua suaminya berada di tempat yang jauh terpisah.

Nah, pada Juli 2023 lalu, SR kembali ke Bone. Ia pulang bersama SN, suami ketiganya. Terang saja, AS sebagai suami yang masih sah, ngamuk-ngamuk.

Dalam keadaan emosi, AS mendatangi rumah SR dan berencana mengambil anaknya yang selama ini dirawat oleh SR. AS pun memaki-maki istrinya itu.

Baca Juga: Komplotan Pencuri Modus Geser Tas di Setiabudi Berhasil Ditangkap Polisi

Rupanya, hal itu membuat SN, suami ketiganya emosi. Selain kesal karena AS memaki-maki SR, SN juga cemburu. Ia takut istrinya SR kembali ke pelukan AS.

Maka, pada malam hari itu, SN membawa parang dan pergi ke rumah AS. Dengan emosi, SN membunuh AS saat tidur menggunakan parang.

Setelah membacok suami kedua SR, pelaku SN kemudian melarikan diri. Namun, ia berhasil ditangkap polisi, usai empat hari menjadi buron.

Kepala desa setempat, Indriati, mengaku kaget atas peristiwa tersebut. "Saya sendiri tidak tahu bahwa SR ini melakukan poliandri. Setelah ada kejadian baru saya tahu. Sebab SR menikah dengan pelaku saat di Malaysia," katanya.

Duh, ada ada aje ye! Urusan rebutan selangkangan aja kok sampai bacok-bacokan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.