Rakyat Palestina Marah ke Iran, Curiga Ada Orang Dalam Terlibat Pembunuhan Ismail Haniyah oleh Rudal Israel

AKURAT JAKARTA - Pemimpin Hamas yang juga mantan Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah, meninggal dunia akibat serangan rudal Israel ke kediamannya di Teheran, Iran, pada Rabu (31/7/2024) pagi WIB.
Selain Ismail Haniyah, serangan tersebut juga menewaskan salah satu pengawalnya.
Sehari sebelum kejadian tersebut, Haniyah menghadiri pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian.
Dikutip dari AFP, Haniyah dinyatakan tewas setelah adanya serangan rudal Udara.
"Haniyah datang ke Iran untuk menghadiri seremoni pelantikan presiden, sedang tinggal di salah satu kediaman khusus veteran perang di Teheran bagian utara, ketika dia menjadi martir oleh sebuah rudal yang diluncurkan dari udara," kata berita Fars, dalam laporannya.
Kematian Ismail Haniyah ini menyulut kemarahan warga Palestina. Mereka kecewa pada pemerintah Iran yang tidak bisa melindungi Ismail Haniyah.
"Kabar ini seperti sambaran petir, sesuatu yang sulit dipercaya," tutur Wael Qudayh (35), warga Kota Deir al-Balah di Jalur Gaza, seperti dilansir AFP, Rabu (31/7/2024).
"Qatar mampu melindungi Haniyah selama 10 bulan, tapi Iran tidak mampu melindunginya bahkan untuk beberapa jam, atau jangan-jangan ada "orang dalam" yang terlibat," ucap warga lainnya, Youssef Saeed (40).
"Pembunuhan Ismail Haniyah di Iran membuktikan bahwa kami, orang-orang Palestina, tidak mempunyai pelindung. Bahwa darah kami murah. Bahwa negara-negara Arab dan negara-negara Islam menjual kami kepada Amerika dan Israel," kata Hossam Abdel Razek (45), warga yang tinggal di Tepi Barat, Palestina.
"Kematian Ismail Haniyah ini menunjukkan bahwa darah orang Palestina itu murah," tegas Ahmed Younues yang merupakan karyawan sebuah institusi swasta di Ramallah.
Baca Juga: Ketua DPRD DKI Minta Pemprov Fokus Atasi Persoalan Lama di Jakarta, Termasuk Banjir dan Macet
Beberapa warga Palestina lainnya di Jalur Gaza menyebut Haniyeh telah mencapai "kesyahidan" karena cara dia terbunuh.
"Inilah yang diharapkan oleh setiap orang Palestina... untuk bisa mati syahid sembari mempertahankan tanahnya, rakyatnya dan kesuciannya," ucap Muhammad Farwana (38), warga Khan Younis. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









