AS Serang Iran, Dua Raksasa Nuklir Geram! Akankah Dunia di Ambang Perang Besar?

AKURAT JAKARTA - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih pada Minggu, 22 Juni 2025, ketika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir di Iran.
Tindakan militer yang berani ini tidak hanya menggoncang stabilitas regional, tetapi juga memicu kemarahan besar dari dua kekuatan nuklir global: Rusia dan Cina.
Reaksi keras dari Moskow dan Beijing sontak membangkitkan pertanyaan mengerikan: apakah dunia kini benar-benar di ambang perang besar?
Baca Juga: Menlu Iran Temui Putin Usai Serangan AS, Akankah Rusia Turun Tangan ke Medan Konflik?
Keputusan Washington untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, yang secara sensitif berada di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), telah memprovokasi kecaman tajam.
Dilansir melalui Kanal YouTube Tribunnews pada Senin, 23 Juni 2025. Baik Rusia maupun Cina dengan tegas menyatakan bahwa langkah Presiden Donald Trump ini sama dengan "pembukaan perang baru." Pernyataan ini bukan sekadar retorika diplomatik; ini adalah peringatan serius tentang potensi eskalasi yang tak terkendali.
Cina, melalui Kementerian Luar Negerinya, tidak merahasiakan kekhawatirannya. Mereka menggarisbawahi bahwa serangan AS ini adalah pelanggaran serius terhadap Piagam PBB dan berpotensi merusak stabilitas regional secara drastis.
Beijing melihat tindakan ini sebagai preseden berbahaya yang dapat mengikis legitimasi internasional dan menghambat upaya global untuk mencegah proliferasi nuklir.
Ancaman ini diperparah oleh fakta bahwa tiga fasilitas yang diserang Iran merupakan bagian dari program yang diawasi, memicu spekulasi tentang niat AS yang sebenarnya.
Cina mendesak semua pihak, termasuk Israel, untuk segera menghentikan permusuhan, menunjukkan kekhawatiran mereka terhadap perluasan konflik.
Tak kalah lantang, Rusia juga melontarkan kutukan keras. Moskow menyebut serangan AS sebagai "eskalasi berbahaya" yang mengancam keamanan tidak hanya di regional tetapi juga secara global, terutama di saat Asia Barat tengah berjuang melawan krisis yang kian memburuk.
Rusia berargumen bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir Iran telah merusak rezim non-proliferasi nuklir yang telah dibangun dengan susah payah.
Baca Juga: Prabowo Pernah Ramalkan Konflik Israel vs Iran: Tapi Kalo Sudah Perang Nuklir Indonesia Pasti Kena!
Desakan Rusia agar Dewan Keamanan PBB segera bertindak mencerminkan urgensi situasi dan kekhawatiran mereka bahwa ketidakpastian ini bisa memicu konflik yang lebih luas.
Dengan dua raksasa nuklir menentang secara terbuka tindakan AS, kekhawatiran akan perang yang lebih besar bukan lagi isapan jempol.
Serangan terhadap program nuklir suatu negara adalah tindakan provokatif yang jarang terjadi, dan respons dari Cina dan Rusia menunjukkan bahwa mereka tidak akan tinggal diam.
Apakah ini akan menjadi pemicu yang menyeret lebih banyak kekuatan ke dalam pusaran konflik, atau akankah diplomasi berhasil menghentikan spiral menuju kehancuran? Pertanyaan ini menggantung di udara, menunggu jawaban dari pergerakan selanjutnya di panggung geopolitik global.**
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









