Jakarta

Waspada Perdagangan Manusia, Berikut Ini Cara Kenali Lima Ciri Lowongan Kerja Palsu

Ainun Kusumaningrum | 28 Oktober 2025, 14:08 WIB
Waspada Perdagangan Manusia, Berikut Ini Cara Kenali Lima Ciri Lowongan Kerja Palsu

AKURAT JAKARTA – Waspada lowongan kerja palsu yang marak digunakan sindikat kejahatan sebagai modus operandi praktik perdagangan manusia (human trafficking).

Modus ini sering menargetkan calon pekerja, baik di dalam maupun luar negeri, dengan menjanjikan penyaluran kerja yang berujung pada eksploitasi dan kerja paksa.

Berikut lima ciri utama lowongan kerja palsu yang perlu diwaspadai:

Baca Juga: Gubernur Pramono dan Menkes Budi Sepakat Jadikan Rumah Sakit Baru di Lahan Eks RS Sumber Waras Proyek Stratetis Nasional

1. Iming-iming Gaji Fantastis: Tawaran gaji yang tidak realistis tingginya, padahal persyaratan posisi sangat mudah atau tidak memerlukan pengalaman.

2. Permintaan Uang di Awal: Pelaku meminta berbagai biaya di muka (administrasi, pelatihan, atau seragam) sebelum calon korban diterima atau diberangkatkan. Agen resmi tidak pernah memungut biaya dari calon karyawan.

3. Proses Rekrutmen Buru-buru: Proses sangat instan, sering hanya melalui chat (WhatsApp/Telegram) tanpa wawancara tatap muka formal. Komunikasi yang digunakan cenderung tidak profesional.

Baca Juga: Sepasang Kekasih Tewas di Lokasi Kejadian, Kecelakaan Maut Tabrak Lari di Jalan Soekarno Hatta

4. Informasi Perusahaan Tidak Jelas: Perusahaan tidak memiliki situs resmi dengan domain profesional (@gmail.com atau @yahoo.com) atau mencatut nama perusahaan terkenal tanpa izin.

5. Permintaan Data Sensitif: Langsung meminta data pribadi sensitif (KTP, KK, NPWP, nomor rekening) tanpa adanya penandatanganan kontrak kerja yang sah.

Masyarakat disarankan untuk selalu memverifikasi legalitas perusahaan penyalur tenaga kerja melalui instansi resmi, seperti BP2MI dan Kementerian Ketenagakerja (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.