Jakarta

Klenteng Sam Po Kong dan Legenda Laksamana Cheng Ho Terdampar di Semarang, Simak Ceritanya di Sini

Fikri Hidayatulloh | 31 Desember 2023, 18:05 WIB
Klenteng Sam Po Kong dan Legenda Laksamana Cheng Ho Terdampar di Semarang, Simak Ceritanya di Sini

AKURAT JAKARTA - Semarang merupakan daerah di Jawa Tengah yang memiliki budaya cukup beragam.

Ibu Kota Jawa Tengah dihuni 1,7 juta penduduk dari beragam etnis yang hidup berdampingan dan menjunjung tinggi tolerannsi.

Keberagaman etnis di Semarang memiliki akar sejarah yang panjang. Semarang sebagai kota transit pada masa kolonilisme Belanda, menjadi rumah bagi Bangsa Eropa, Bangsa Cina, Bangsa Timur Asing, dan Bangsa Bumi Putera.

Pada 1905, Semarang sudah dihuni 96.000 orang, yang terdiri dari 5.100 Orang Eropa, 14.000 Orang Cina, 700 Orang Arab, 800 orang bangsa Timur lain,dan sisanya merupakan Bumiputera.

Bahkan, Bangsa Cina sudah menghuni Semarang jauh sebelum daerah ini akhirnya dijajah Kolonilisme Belanda.

Baca Juga: Pulang Pesta Malam Tahun Baru Khawatir Tak Dapat Angkutan Umum? Cek Jadwal LRT, MRT, KRL dan Transjakarta di Sini

Bangsa Cina sudah menjadi penduduk Semarang pada 1400-an.

Dalam Buku Sejarah Sosial Kota Semarang karangan Hartono Kasmadi dan Wiyono mengungkap Kaisar Bing Sing Tjouw dari Dinasi Ming mengirimkan suatu armada besar untuk mengunjungi negara-negara di Laut Selatan.

Mereka diberi tugas untuk mencari cap kerajaan ajaib yang telah hilang. Ekspedisi ini dipimpin oleh seorang yang besar bernama Sam Po.

Sebelum singgah ke Nusantara, armada Sam Po sudah mengungunjungi banyak kerajaan dari Laut Pasifik sampai Arabia.

Ketika sedang berlayar dimuka pantai utara Jawa, orang kedua di armada setelah Sam Po, Ong King Hong, menderita sakit keras.

Walhasil, Sam Po memerintahkan kepada armadanya mendarat di pantai yang sekarang menjadi Pelabuhan Semarang.

Baca Juga: 8 Manfaat Daun Kentutan atau Sembukan Sebagai Obat Herbal, dari Pereda Batuk hingga Mencegah Kanker

Dari situ, Sam Po beserta armada menyelusuri sendiri alur sungai Garang. la menemukan sebuah gua kecil di lereng suatu bukit, tidak jauh dari pantai.

Di gua inilah Sam Po memilih beristirahat dan memerintahkan para pengikutnya membangun sebuah rumah kecil untuk On King Hong.

Kesehatan Ong King Hong berangsur-angsur telah membaik. Setelah I0 hari berselang, Sam Po memutuskan meneruskan perjalanan, meninggalkan Ong King Hong yang sudah diberi satu kapal, sepuluh orang anak buah dan perbekalan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun, alih-alih kembali ke Negeri Cina, setelah sembuh dari sakit, Ong King Hong memilih menetap di Tanah Jawa sambil menggunakan kapalnya untuk berdagang di sepanjang pantai utara Pulau Jawa.

Baca Juga: Waspada! 16 Provinsi Ini Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Saat Malam Tahun Baru, Termasuk Banten dan Jawa Barat, Simak Daftarnya di Sini

Pengikut-pengikut Ong King Hong mendirikan pemukiman dan menikahi penduduk lokal. Walhasil, pemukiman kecil itu berkembang menjadi makmur.

Seperti Sam Po, Ong King Hong juga seorang penganut Islam yang taat. Ia bahkan menggunakan sebagian besar waktunya untuk mengajar penduduk setempat tentang ajaran-ajaran Islam.

Di samping itu, ia juga mengajarkan kepada pengikut-pengikutnya untuk menghormati dan memuja pencapaian-pencapaian yang besar Sam Po.

Sebagai bukti, Ong King Hong menyimpan satu patung yang kecil dari Sam Po di gua tempat Sam Po dahulu beristirahat.

Ong King Hong juga memimpin pengikut-pengikutnya memuja patung Sam Po di gua itu pada waktu-waktu tertentu.

Baca Juga: Nonton Wayang Kulit Semalam Suntuk di TMII, Dalangnya Ki Sri Susilo Thengkleng, Malam Tahun Baru 2024 Pasti Seru!

Ketika Ong King Hong meninggal pada usia 87 tahun. Ia dimakamkan dengan upacara menurut seorang Islam. la dikenal sebagai Kiai Juru Mudi Dampo Awang.

Sam Po sendiri dikenal sebagai Sam Po Tay Djie (Sam Po yang besar). Di tempat yang bernama Simongan, saat ini berdiri Klenteng Sam Po Tong (Sam Po Kong).

Tak jauh dari Klengteng, terdapat makam yang menurut kepercayaan adalah makam dari Kiai Juru Mudi Dampo Awang (Ong King Hong).

Menurut dugaan, tokoh Sam Po tidak lain adalah Laksamana Cheng Ho yang telah diutus oleh Kaisar Yunglho dari Dinasti Ming untuk mengadakan pelayaran ke daerah-daerah di Laut Selatan.

Laksamana Cheng Ho telah melakukan pelayaran dari tahun 1405 sampai 1433, dan mungkin telah mengunjungi Semarang pada tahun 1406. (*)



Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.