Jakarta

Wabup Tangerang Kunjungi Anak Penderita Cerebral Palsy di Balaraja, Pastikan Pelayanan Medis Gratis dan Perawatan Jemput Bola

M Rahman Akurat | 19 Februari 2026, 08:05 WIB
Wabup Tangerang Kunjungi Anak Penderita Cerebral Palsy di Balaraja, Pastikan Pelayanan Medis Gratis dan Perawatan Jemput Bola

AKURAT JAKARTA - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menunjukkan kepedulian nyata dengan mengunjungi HS (9), seorang anak yang didiagnosa menderita Cerebral Palsy dan Organic Brain Syndrome (OBS).

Kunjungan Wabup Intan tersebut berlangsung di kediaman keluarga HS di Kampung Tobat, Desa Sentul Jaya, Kecamatan Balaraja, pada Rabu (18/02/2026).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut cepat atas laporan warga terkait kondisi kesehatan anak HS.

Baca Juga: Asyik! DAMRI Buka Rute Jakarta-Denpasar, Tarifnya Cuma Rp 500 Ribuan, Cek Jadwal Keberangkatan dan Cara Pesan Tiketnya

Dalam peninjauannya, Wabup Intan berdialog langsung dengan keluarga untuk memberikan dukungan moral serta memastikan langkah medis selanjutnya.

"Selain untuk bersilahturahmi dan memberikan motivasi kepada HS dan keluarganya, kami juga ingin memastikan bahwa HS bisa mendapatkan pelayanan medis secara gratis dan jemput bola untuk penanganan lanjutannya,” ungkap Wabup Intan

Terkait penanganan medis, Intan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Puskesmas Balaraja telah melakukan langkah proaktif sejak November 2025.

Tim medis dilaporkan telah rutin memberikan edukasi dan motivasi kepada pihak keluarga, agar HS segera dirujuk ke RSUD Balaraja.

Namun orang tua HS, Suheli dan Masitoh, sebelumnya sempat menyatakan keberatan untuk membawa putra mereka ke rumah sakit. Hal ini disebabkan oleh kendala pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

Baca Juga: Wajah Baru All New Suzuki Carry Minivan 2026, Siap Mengaspal Tahun Depan Dengan Tampilan Baru yang Lebih Menawan!

"Melalui kunjungan ini, kami kembali meyakinkan orang tua agar fokus pada kesembuhan anak, sementara pemerintah akan memastikan prosedur kesehatan berjalan lancar," tambahnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan kesehatan HS agar mendapatkan perawatan intensif di RSUD Balaraja demi meningkatkan kualitas hidup sang anak.

Menurut dia, pelayanan penanganan medis memerlukan sinergi dan persetujuan dari pihak keluarga.

"Pemerintah bukannya tidak memperhatikan, namun jika orang tuanya yang tidak mau, kita tidak mungkin memaksa," ujarnya.

Wabup Intan juga menginstruksikan kepada camat, kepala desa dan Puskesmas Balaraja untuk terus menonitor kesehatan dan memberikan pelayanan medis yang dibutuhkan HS.

Baca Juga: 6 Makanan yang Bisa Menurunkan Stres dan Bikin Lebih Tenang, Sudah Coba?

“Kendala transportasi seharusnya sudah tidak ada lagi. Ada mobil siaga yang disediakan di desa, jadi tidak perlu keluar biaya transport. Tinggal bicara saja dengan pak lurah, nanti diantar ke rumah sakit dan diantar pulang lagi," tambahnya.

Selain itu, dia juga telah menginstrusikan beberapa langkah konkret kepada bidan desa dan Kelapa Puskesmas Balaraja untuk pengobatan HS yang saat ini mengalami demam dan memantau secara berkala perkembangan gizinya.

Bidan Desa dan Kepala Puskesmas telah memberikan pengobatan awal berupa pemberian obat untuk menangani kondisi demam pasien.

"Saya juga telah membujuk dan memberikan pengertian kepada orang tua HS agar pasien segera dibawa ke RSUD Balaraja atau dialihkan ke RSU Kabupaten Tangerang yang memiliki peralatan dan dokter spesialis anak lebih lengkap,” ungkapnya.

Pada kesempatan terserbut, Wabup Intan juga memberikan bantuan sembako dan susu.

Baca Juga: Kenali 5 Kebiasaan Toxic yang Bisa Menurunkan Kualitas Hidup

Wabup Intan berharap, dengan kunjungannya tersebut orang tua HS bisa lebih paham terkait penanganan lanjutan yang lebih intensif dan menyeluruh.

"Sekarang kalau kendalanya uang, pemerintah daerah sudah menggratiskan pengobatan. BPJS ananda HS juga aktif di Faskes pertama Klinik Ilanur dan orang tuanya tercatat juga sebagai penerima BLT dari Dinsos," tandasnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.