Bupati Tangerang Buka Seminar Nasional: Implementasi KUHP Baru Harus Adil dan Konsisten

AKURAT JAKARTA – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi membuka Seminar Hukum Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Dharma Indonesia di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, pada Sabtu (28/2/2026).
Seminar bertema “Anotasi KUHP dan KUHAP Terbaru: Tantangan Implementasi dan Penguatan Sistem Peradilan di Indonesia” ini menyoroti kesiapan aparatur hukum dalam menghadapi transisi regulasi pidana di tanah air.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) merupakan tonggak sejarah besar bagi sistem hukum nasional.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Keluarga, Wabup Intan Minta Kader MKIA Kabupaten Tangerang Fokus ke Pencegahan
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan regulasi ini tidak hanya diukur dari pengesahannya, melainkan dari dampak nyata di lapangan.
“Membuat undang-undang adalah satu tahapan penting. Namun tantangan sesungguhnya adalah bagaimana undang-undang itu dilaksanakan secara konsisten, adil, dan mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bupati menekankan bahwa tanpa kesiapan yang matang, implementasi norma-norma baru dalam KUHP dan pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) berpotensi menghadapi hambatan serius.
Setidaknya ada tiga poin utama yang disoroti Bupati Tangerang untuk memperkuat sistem peradilan di Indonesia:
1. Kompetensi Aparat: Kesiapan aparat penegak hukum yang kompeten dan profesional.
2. Pemahaman Komprehensif: Sosialisasi mendalam agar tidak terjadi salah tafsir di lapangan.
3. Koordinasi Antarlembaga: Sinergi yang solid antar instansi penegak hukum.
“Tanpa kesiapan aparat yang kompeten serta koordinasi antarlembaga yang solid, maka implementasi norma baru dalam KUHP dan pembaruan KUHAP berpotensi menghadapi berbagai hambatan,” tambahnya.
Baca Juga: Biadab! Israel dan Amerika Rudal Sekolah SD Putri Iran, 59 Siswi Tewas dan 60 Lainnya Luka-luka
Bupati berharap, acara ini mampu memberikan masukan konstruktif bagi para praktisi hukum, akademisi, dan mahasiswa dalam mengawal transisi hukum di Indonesia agar lebih berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Tantangan ini mencakup penafsiran norma baru secara seragam oleh aparat penegak hukum, jaminan perlindungan hak asasi manusia, hingga pembangunan sistem peradilan yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga berintegritas secara moral," ungkapnya
Menurut dia, penguatan sistem peradilan bukan hanya soal regulasi, melainkan juga budaya hukum, profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan yang paling penting adalah kepercayaan publik.
“Kalau masyarakat percaya pada sistem peradilan, maka stabilitas sosial akan terjaga, kepastian hukum meningkat, investasi tumbuh, dan pembangunan daerah berjalan lebih baik,” tandasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa, khususnya dari fakultas hukum untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi menjadi kontributor gagasan yang kritis dan solutif.
“Mahasiswa hari ini adalah calon jaksa, hakim, advokat, akademisi, bahkan pembuat kebijakan. Sistem peradilan yang kuat tidak lahir dari kekuasaan semata, tetapi dari kualitas sumber daya manusianya,” imbuhnya.
Baca Juga: BI Pastikan Tidak Ada Penukaran Uang Baru Periode Ketiga, Masyarakat Diimbau Ke Bank Umum
Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen terus mendukung penguatan kapasitas generasi muda di bidang hukum.
"Melalui forum ilmiah seperti seminar ini bisa menjadi momentum membangun komitmen bersama dalam menghadapi tantangan implementasi KUHP dan pembaruan KUHAP," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 8Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






