Siapa Ayatollah Alireza Arafi? Ulama Kharismatik yang Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Menggantikan Ali Khamenei

AKURAT JAKARTA - Gelombang panas politik kini tengah berhembus kencang di Iran. Nama Ayatollah Alireza Arafi mendadak menjadi pusat perhatian dunia setelah resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Iran, per 1 Maret 2026.
Penunjukan ulama kharismatik kelahiran Meybod, Yazd, tahun 1959 sebagai pemimpin sementara Iran, terjadi di tengah situasi genting menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel.
Berdasarkan Pasal 111 Konstitusi Iran, kekuasaan tertinggi negara kini dialihkan sementara kepada dewan yang beranggotakan tiga tokoh kunci.
Ketiga sosok tersebut adalah Masoud Pezeshkian (Presiden Iran), Gholamhossein Mohseni Ejei (Ketua Mahkamah Agung), dan Alireza Arafi (Perwakilan ulama dari Dewan Garda).
Tugas utama dewan ini adalah menjaga stabilitas nasional dan memastikan kontinuitas pemerintahan hingga Majelis Ahli memilih pemimpin definitif baru untuk Republik Islam tersebut.
Meski namanya kini menjadi perbincangan global, hingga saat ini belum ada pernyataan pribadi dari Alireza Arafi terkait pengangkatannya menggantikan Ayatollah Ali Khamenei.
Pengumuman resmi terkait pembentukan dewan ini dirilis oleh juru bicara Dewan Kebijaksanaan, yang menegaskan bahwa langkah ini diambil demi "keberlanjutan kepemimpinan."
Baca Juga: Putin Mengutuk Pembunuhan 'Sinis' Khamenei, Sebut Hukum Internasional Telah Mati!
Media pemerintah Iran, seperti IRNA dan ISNA, juga telah mengonfirmasi dimulainya masa berkabung nasional selama 40 hari.
Presiden Masoud Pezeshkian mengutuk keras serangan udara tersebut dan menyebutnya sebagai “kejahatan besar.”
Seirama dengan pemerintah, deretan ulama senior di Teheran mulai menyerukan respons tegas terhadap Israel dan Amerika Serikat.
Meski tensi di kawasan terus meningkat dan narasi politik berubah setiap menitnya, Dewan Kepemimpinan Sementara masih menekankan pentingnya stabilitas internal untuk mencegah kekosongan kekuasaan yang lebih dalam.
Profil Singkat Ayatollah Alireza Arafi
Lahir di Provinsi Yazd pada tahun 1959, Alireza Arafi merupakan tokoh intelektual Syiah yang memiliki pengaruh besar di Dewan Garda.
Kini ia berdiri di simpang sejarah, memegang kendali sementara di tengah badai geopolitik yang berderu, sembari menunggu keputusan krusial dari Majelis Ahli Iran.
Arafi bukan nama baru di lingkar kekuasaan. Ia lama memimpin Pusat Manajemen Hauzah Ilmiah di Qom sejak 2016, serta pernah menjadi Presiden Universitas Internasional Al-Mustafa periode 2008–2018.
Sejak 2011, ia duduk sebagai anggota tetap Dewan Revolusi Kebudayaan Tertinggi. Tahun 2019, ia masuk Dewan Garda, lembaga strategis yang menyaring undang-undang dan kandidat politik.
Lalu pada 2022, ia terpilih sebagai anggota Majelis Ahli; lembaga yang punya wewenang memilih dan mengawasi Pemimpin Tertinggi.
Figurnya dikenal sebagai insider rezim, loyalis garis ideologis Republik Islam. Namun berbeda dari sejumlah tokoh lain, Arafi dinilai tak terlalu lekat dengan Garda Revolusi Iran.
Ia dikenal intelektual, multilingual, fasih berbahasa Arab dan Inggris, bahkan ia juga tertarik memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menyebarkan pesan ideologis secara global. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







