Ketegangan Kian Memuncak: Iran Tolak Perundingan dengan AS di Pakistan, Usai Insiden Penembakan Kapal di Selat Hormuz

AKURAT JAKARTA – Hubungan antara Teheran dan Washington berada di titik nadir. Pemerintah Iran menyatakan tidak memiliki rencana untuk menghadiri putaran pembicaraan baru dengan Amerika Serikat (AS) di Pakistan.
Keputusan ini muncul hanya beberapa hari sebelum masa gencatan senjata di Timur Tengah berakhir, yaitu pada Rabu (22/4/2026).
Penolakan ini dipicu oleh aksi blokade pelabuhan yang terus dilakukan militer AS dan insiden terbaru di mana kapal perusak Amerika menembak kapal kargo Iran, Touska, pada Minggu (19/4/2026).
Syarat Mutlak: Cabut Blokade Pelabuhan
Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa saat ini tidak ada agenda dari pemerintah Iran untuk berpartisipasi dalam negosiasi di Islamabad.
Kantor berita Fars dan Tasnim menambahkan bahwa suasana diplomatik di internal Iran saat ini sangat negatif.
"Pencabutan blokade AS adalah prasyarat mutlak untuk memulai negosiasi," tulis laporan tersebut.
Pihak Teheran menilai tuntutan Washington tidak masuk akal dan tidak realistis di tengah tekanan ekonomi yang mencekik melalui jalur laut.
Insiden Kapal Touska dan Ancaman Trump
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa sebuah kapal perusak Amerika telah melumpuhkan kapal Iran yang mencoba menerobos blokade.
"Kapal tersebut berusaha melewati blokade angkatan laut kami, dan itu tidak berakhir baik. Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut setelah membuat lubang di ruang mesin," ujar Trump melalui unggahan di media sosial.
Tak hanya tindakan militer, Trump juga melontarkan ancaman keras melalui platform Truth Social. Ia memperingatkan akan menghancurkan seluruh infrastruktur Iran jika kesepakatan tidak tercapai.
"Jika mereka tidak menerima kesepakatan yang adil ini, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Tidak ada lagi pria baik!" tulis Trump tegas.
Selat Hormuz: Jantung Ekonomi Dunia Terhenti
Konflik ini bermula dari serangan mendadak AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai balasan, Teheran menutup Selat Hormuz, jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Meski sempat dibuka singkat pada Jumat (17/4), Garda Revolusi Iran (IRGC) kembali menutup total jalur tersebut sebagai respons atas blokade pelabuhan oleh AS.
Data pelacakan kapal menunjukkan perairan strategis tersebut kini kosong dari lalu lintas komersial.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa blokade AS adalah bentuk "hukuman kolektif ilegal" terhadap rakyat Iran dan pelanggaran nyata terhadap semangat gencatan senjata.
Delegasi AS Menuju Pakistan
Di sisi lain, Gedung Putih tetap mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Pakistan dengan harapan ada keajaiban diplomatik.
Delegasi tersebut dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, didampingi utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.
Utusan AS untuk PBB, Mike Waltz, menyatakan optimismenya bahwa pembicaraan baru ini bisa menghasilkan sesuatu yang "sangat penting".
Namun, dengan posisi Iran yang enggan hadir, masa depan gencatan senjata dua minggu ini berada di ujung tanduk.
Baca Juga: Terbongkar! Peredaran 31 Ribu Obat Keras Ilegal di Jakarta Pusat Digulung Polisi
Dunia kini menanti hingga Rabu (22/4). Jika diplomasi gagal, kawasan Timur Tengah terancam kembali terjerumus ke dalam perang terbuka yang lebih destruktif. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







