Jakarta

Selat Hormuz Dibuka Segera, Iran Tetap Kendalikan Koordinasi Pelayaran Internasional

Yusuf Doank | 19 Juni 2026, 08:30 WIB
Selat Hormuz Dibuka Segera, Iran Tetap Kendalikan Koordinasi Pelayaran Internasional
Ilustrasi

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Iran menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayaran yang melintasi Selat Hormuz tetap diwajibkan melakukan koordinasi ketat dengan Teheran.

Ketentuan tersebuttetap berlaku meskipun Iran dan Amerika Serikat (AS) baru saja menandatangani kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik bersenjata yang pecah sejak akhir Februari 2026.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) masih memberlakukan syarat koordinasi dengan angkatan lautnya bagi setiap kapal komersial maupun asing yang ingin melewati jalur perairan paling strategis di dunia tersebut.

Baca Juga: BTS Resmi Gelar Tour Dunia Arirang 2026, Jakarta Kebagian 2 Hari di GBK, Cek Tanggal dan Harga Tiketnya!

Sebelumnya pada Rabu (17/6/2026), Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump resmi menandatangani nota kesepakatan (MoU) di Islamabad untuk mengakhiri konfrontasi militer antar kedua negara.

Berdasarkan dokumen MoU yang dirilis kantor berita IRNA, Iran berkomitmen menjamin keamanan pelayaran kapal komersial tanpa biaya selama 60 hari di koridor Teluk Persia hingga Teluk Oman.

Pemulihan lalu lintas laut ditargetkan rampung total dalam 30 hari, menunggu penyelesaian pembersihan ranjau laut oleh militer Iran. Sebagai timbal balik, Amerika Serikat sepakat untuk mencabut blokade laut yang sempat diterapkan pada pelabuhan-pelabuhan Iran.

Untuk penataan ke depan, Teheran dijadwalkan segera menggelar pembicaraan dengan Kesultanan Oman serta negara-negara pesisir Teluk Persia lainnya guna membahas tata kelola dan layanan maritim di Selat Hormuz agar sesuai dengan hukum internasional dan hak kedaulatan wilayah.

Selat Hormuz sendiri sempat ditutup total oleh Teheran sesaat setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan bersama ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

Ketegangan global sempat memuncak ketika pasukan AS membalasnya dengan memberlakukan blokade pelabuhan pada 13 April 2026, yang melumpuhkan total jalur perdagangan energi internasional tersebut.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y