Pemerintah Tetapkan 13 Juli Jadi Hari Kepercayaan

AKURAT JAKARTA – Pemerintah resmi menetapkan tanggal 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengimplementasikan amanat undang-undang dan konstitusi negara.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menjabarkan bahwa landasan hukum penetapan ini merujuk pada Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Baca Juga: Sengit! Ini Daftar 8 Tim Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026 Lengkap dengan Jadwal Pertandingan
Menegaskan kewajiban negara untuk memajukan kebudayaan nasional serta menjamin masyarakat dalam memelihara nilai-nilai budayanya.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan turut menjadi pijakan utama keputusannya.
"Penetapan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Indonesia berdiri kokoh di atas fondasi keberagaman, toleransi, serta penghormatan terhadap martabat setiap warga negara," ujar Fadli Zon.
Dalam agenda yang digelar bersama Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Indonesia (MLKI) ini, turut hadir sejumlah pejabat kementerian terkait, termasuk perwakilan dari Kementerian Agama.
Lebih lanjut, Fadli menekankan bahwa kehadiran ketetapan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan serta pemenuhan hak-hak sipil para penghayat kepercayaan di tanah air.
"Negara hadir untuk memastikan setiap warga negara memiliki ruang yang setara dalam menjalankan keyakinan, melestarikan tradisi, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus," tambahnya.
Terkait pemilihan tanggal 13 Juli, Fadli menjelaskan bahwa momen tersebut memiliki nilai historis yang sangat kuat bagi bangsa Indonesia.
Tanggal tersebut bertepatan dengan momentum rapat besar Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1945 silam yang membahas rancangan konstitusi negara.
Meski telah resmi ditetapkan, Menbud menyatakan belum ada keputusan untuk menjadikan 13 Juli sebagai hari libur nasional resmi.
Menurutnya, opsi yang paling rasional untuk diperjuangkan ke depan adalah menjadikannya sebagai hari libur fakultatif (tidak wajib).
Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, mengungkapkan bahwa lahirnya Hari Kepercayaan ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses diskusi dan kajian yang sangat panjang.
"Usulan mengenai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa ini sebenarnya sudah diajukan oleh teman-teman MLKI sejak tahun 2005 lalu. Alhamdulillah, di bawah kepemimpinan Bapak Menteri sekarang, ruang bagi teman-teman penghayat ini akhirnya memiliki hari peringatan resmi," ungkap Restu.
Proses pembahasan ini berjalan dinamis dengan melibatkan berbagai organisasi penghayat di bawah naungan MLKI, serta difasilitasi penuh oleh Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Schalke 04 vs RB Leipzig di Bundesliga, 31 Oktober 2026: Misi Sulit Royal Blues Menghentikan Dominasi Die Roten Bullen
- 4Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Levante vs Atletico Madrid di La Liga, 31 Oktober 2026: Ambisi Los Colchoneros Kudeta Puncak Klasemen
- 6Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 7Prediksi Skor Augsburg vs Freiburg di Bundesliga, Sabtu 31 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Hentikan Tren Negatif?
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs Stuttgart di Bundesliga, 31 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Pertahankan Rekor Sempurna?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


