Jakarta

Hasil Ekskavasi dan Pemetaan LiDAR Temukan Titik Nol Kota Raja Majapahit di Trowulan

Yusuf Doank | 15 September 2026, 19:49 WIB
Hasil Ekskavasi dan Pemetaan LiDAR Temukan Titik Nol Kota Raja Majapahit di Trowulan
Hasil Ekskavasi dan Pemetaan LiDAR Temukan Titik Nol Kota Raja Majapahit di Trowulan

AKURAT JAKARTA – Kementerian Kebudayaan mempercepat langkah revitalisasi Museum Majapahit dengan melakukan peninjauan menyeluruh.

Langsung di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026).

Peninjauan tersebut difokuskan pada penguatan riset peradaban, penyelamatan artefak autentik, serta pemugaran struktur penting ibu kota Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Blok M Tak Lagi Cuma Tempat Nongkrong, Kini Jadi Incaran Wisatawan Malaysia

Termasuk Situs Sumur Upas Sentonorejo dan Situs Bhre Kahuripan (Klinterjo).

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan, hasil analisis teknologi pemetaan LiDAR (Light Detection and Ranging) dan ekskavasi arkeologis terbaru mengindikasikan wilayah Sentonorejo sebagai pusat Kedaton atau "titik nol" peradaban Majapahit.

"Berdasarkan hasil pemetaan LiDAR dan ekskavasi, wilayah Sentonorejo ini merupakan titik nol kota raja Majapahit dengan infrastruktur yang sudah sangat modern. Ditemukan enam lapisan peradaban di dalam tanah yang membuktikan lokasi ini digunakan secara berkelanjutan," kata Fadli Zon dalam keterangan resminya, Senin (14/9/2026).

Di lokasi tersebut, tim ahli menemukan struktur hunian elite bangsawan lengkap dengan sistem tata kelola air modern pada zamannya, seperti saluran pengairan, petirtaan, terakota, dan plesteran kapur.

Temuan ini selaras dengan catatan tata ruang dalam Kitab Kakawin Nagarakretagama.

Sementara itu, di Situs Bhre Kahuripan, tim menemukan yoni monumental berukir kepala naga (Yoni Naga Raja) berangka tahun 1372 Masehi yang diduga merupakan yoni terbesar di Nusantara.

Lokasi tersebut diperkirakan menjadi tempat pendharmaan Ratu Tribhuwana Tunggadewi.

Melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), Kementerian Kebudayaan berkomitmen melanjutkan ekskavasi dan memugar kawasan cagar budaya ini guna menjadikan KCBN Trowulan sebagai pusat edukasi dan penelitian peradaban Nusantara yang komprehensif.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y