Jakarta

Mengenal Infeksi Virus Nipah, Waspada Penularan dan Gejalanya

Ainun Kusumaningrum | 30 September 2023, 21:15 WIB
Mengenal Infeksi Virus Nipah, Waspada Penularan dan Gejalanya

AKURAT JAKARTA - Infeksi virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Infeksi virus berbahaya ini bisa menyebabkan radang.

Oleh karena itu, Anda perlu waspada terhadap penyebab dan gejala yang bisa ditimbulkannya.

Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Wabah virus Nipah pertama kali terjadi di perternakan babi di desa dekat sungai Nipah, Malaysia tahun 1999 dan menyebar hingga ke Singapura.

Baca Juga: Virus Nipah Tewaskan 2 Orang di India, Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan di Pintu Masuk Indonesia

Wabah ini terjadi akibat adanya penebangan hutan secara besar-besaran yang menyebabkan banyak kelelawar berpindah mendekati area peternakan dan kemudian menularkan virus Nipah ke babi.

Kelompok Berisiko Tinggi Tertular Virus Nipah

Dilansir dari laman alodokter, orang-orang yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi tertular virus Nipah adalah sebagai berikut:

  1. Orang yang mengonsumsi cairan nira mentah dan belum difermentasi, makanan, atau buah, yang terkontaminasi virus Nipah.
  2. Orang yang baru saja bepergian ke daerah yang sedang mewabah virus Nipah.
  3. Orang yang terpapar cairan tubuh dari hewan atau orang lain yang terinfeksi, termasuk droplet yang dikeluarkan saat batuk atau bersin, darah, kotoran, urine, ataupun air liur.
  4. Orang yang melakukan kontak dekat dengan hewan atau orang lain yang terinfeksi virus Nipah, misalnya tenaga medis atau pekerja di pusat layanan kesehatan masyarakat.
  5. Selain itu, pekerja pemanjat pohon yang menjadi tempat kelelawar buah bertengger atau tinggal, misalnya pohon nira, juga diketahui berisiko tertular virus Nipah.

Baca Juga: Kembali ke Manahan, Ryo Matsumura Bakal Jadi Sorotan di Laga Persija Vs Persis Solo

Setelah masa inkubasi sekitar 4–14 hari setelah terpapar virus Nipah, akan muncul gejala awal yang bisa berlangsung selama 3–14 hari pertama.

Gejala-gejala yang Bisa Muncul

• Demam,
• Sakit kepala,
• Batuk,
• Sakit tenggorokan,
• Nyeri otot,
• Sulit bernapas,
• Diare,
• Muntah.

Jika infeksi berlanjut, akan muncul gejala yang berat dan parah akibat ensefalitis.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang terjadi di fase radang otak:

• Kantuk berat,
• Perasaan kebingungan dengan tempat dan waktu (disorientasi),
• Sulit fokus dan konsentrasi,
• Kejang,
• Koma.

Gejala radang otak ini bisa dengan cepat memburuk, biasanya dalam 24–48 jam. Pada sekitar 40–75% kasus infeksi virus Nipah yang berat, kematian bisa terjadi setelah gejala radang otak muncul.

Beberapa kasus infeksi virus Nipah juga ada yang bersifat laten. Artinya, munculnya gejala, baik yang ringan maupun berat, baru terjadi setelah beberapa bulan hingga tahun sejak pertama kali terinfeksi.

Meski belum ada laporan kasus infeksi virus Nipah di Indonesia, Anda tetap perlu waspada karena virus tergolong mudah menular dari hewan atau orang yang terinfeksi sehingga dianggap berpotensi menjadi pandemi.

Sebisa mungkin, hindari kontak dengan hewan atau orang yang sakit, terutama di daerah tempat terjadinya wabah.

Apabila Anda pernah kontak dengan hewan atau orang yang diduga terinfeksi virus Nipah dan mengalami gejala demam, batuk, nyeri otot, sakit kepala, serta lemas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.