141 Guru Honorer di Jakarta yang Terkena Cleansing, Besok Akan Dipanggil Dinas Pendidikan untuk Dilakukan Penataan

AKURAT JAKARTA - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) dan Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Jakarta, membuka posko pengaduan untuk mengakomodir para guru honorer yang terkena kebijakan cleansing.
Posko pengaduan itu akan dibuka selama seminggu, mulai Kamis, 18 Juli 2024 sampai Kamis, 25 Juli 2024
Sejauh ini, sudah ada 107 guru honorer di Jakarta yang mengadu terkena cleansing. Mereka adalah tenaga pengajar dari berbagai jenjang, baik sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).
Menyikapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan bahwa saat ini jumlah guru honorer yang terkena cleansing yang mencapai 141 orang.
Budi mengatakan, dari 141 guru honorer tersebut akan mereka panggil pada besok Senin, 22 Juni 2024 untuk dilakukan penataan administrasi.
"141 (guru honorer) itu akan kita panggil, insya'Allah hari Senin siang kita panggil. Dan kita akan tata, dan memang kita sedang melakukan penataan," kata Budi di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2024).
Budi menjelaskan, dalam penataan tersebut, mereka akan lakukan redistribusi terhadap guru-guru honorer yang terdampak dan akan dilakukan reposisi.
"Nanti kita akan redistribusi, kita lihat reposisi mereka mata pelajarannya apa. Dan itu akan kita arahkan mungkin bisa ke sekolah SD yang memang membutuhkan," katanya.
Budi juga menjelaskan bahwa saat ini sekolah SD di Jakarta membutuhkan 2.000 guru, sehingga para guru honorer dapat mereka masukkan ke sana.
"Kan sekolah SD saat ini 2000 (guru) yang dibutuhkan. Nah, jadi akan kita masukkan ke sana, seperti itu. Mereka akan tetap mengajar," katanya.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa guru honorer yang terdampak kebanyakan merupakan guru SMP, sehingga mereka akan melihat kembali sesuai kebutuhan dari berbagai sekolah.
"Mungkin satu sisi, mungkin SMP yang lain juga ada yang butuhkan. Nah, itu yang akan kita lakukan penataan," jelasnya.
Budi juga menegaskan bahwa Pemprov DKI akan membuka Kontrak Kerja Individu (KKI) bagi guru honorer sesuai keputusan bersama dan arahan dari Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.
"Pak Gubernur mengarahkan bahwa guru banyak jasanya, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa saat ini, dan mereka sudah bertahun-tahun," imbuhnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





