Legislator Golkar Ajak Cari Solusi Penataan Pedagang Asongan di Ancol

AKURAT JAKARTA - Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya meminta PT Pembangunan Jaya Ancol meninjau ulang kebijakan penataan pedagang.
Pasalnya, penataan pedagang saat ini dinilai kurang tepat dan menimbulkan ketidakadilan.
Situasi terkini, terdapat kelompok pedagang yang merasa dirugikan dengan kebijakan yang diterapkan pengelola Ancol.
Politisi Golkar itu menyatakan, permasalahan utama yang dikeluhkan adalah pola pembinaan yang dianggap kurang tepat.
“Ada aspirasi pedagang yang disampaikan oleh Mas Tri Waluyo, mereka merasa ada ketidakadilan dalam pembinaan," kata Dimaz Raditya.
Dalam rapat Komisi C bersama pengelola Ancol, Rabu (12/2), Dimaz mengakui masih ada kebijakan yang perlu perbaikan. Semua pihak sepakat mencari solusi terbaik.
Baca Juga: Sekolah Lansia Online Pintar di Jaktim, Fraksi Golkar Farah Savira: Program Ini Harus Diperluas
Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Tri Waluyo menyoroti adanya miskomunikasi antara pengelola Ancol dan para pedagang asongan terkait program penataan.
Menurut dia, pedagang tidak setuju dengan skema yang diberlakukan PT. Pembangunan Jaya Ancol.
“Satu gerobak digunakan oleh dua pedagang yang harus berjualan secara bergantian,” ungkap Tri.
Selain itu, sambung politisi dari fraksi PKB itu, tersapat skema pembagian keuntungan yang dirasakan tidak adil oleh pedagang.
Dia juga meminta agar koperasi pedagang yang sebelumnya pernah difasilitasi oleh Ancol dihidupkan kembali.
Koperasi dimaksud telah beroperasi sejak 2006 hingga 2016. Namun mengalami perubahan sejak 2018.
“Meskipun ada penolakan, koperasi ini merupakan binaan Ancol yang telah berjalan bertahun-tahun,” kata Tri.
Pedagang itu, tambah dia, tetap perlu mendapatkan wadah agar mereka bisa berusaha dengan lebih baik.
DPRD DKI Jakarta berharap, PT. Pembangunan Jaya Ancol dapat mengevaluasi seluruh program penataan pedagang.
Harapan ke depan, tidak ada pihak yang dirugikan. Para pedagang juga tetap dapat mencari nafkah secara layak di kawasan wisata tersebut. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








