APBD 2025 Sedang Berproses, 5 Hal Ini yang Jadi Prioritas Pemprov DKI

AKURAT JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan bahwa saat ini Pemprov DKI tengah menyusun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta pada tahun 2025.
"Sedang berproses, sekarang kan APBD 2025 ya. Sedang proses," kata Heru di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024).
Ia pun menjelaskan, salah satu prioritas yang terdapat dalam APBD 2025 yaitu terkait kota Jakarta menuju kota global dan Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
Baca Juga: Heru Budi Ungkap Penerapan ERP Hanya Dilakukan di Beberapa Zona Jakarta, Berikut Kriterianya
"Ada beberapa termasuk Jakarta menuju kota global, ke Daerah Khusus Jakarta ya kan, itu diakomodir," tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan terdapat lima hal yang jadi prioritas dalam APBD 2025, salah satunya penanggulan banjir dengan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa Jakarta.
"Kedua, pengentasan kemiskinan, ketiga ketahanan di dalam ekonomi global 2025-2026 berbasis Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). Keempat, penanganan kemacetan," katanya.
Kelima, ia mengatakan kepastian air bersih juga menjadi prioritas APBD 2025. Tak hanya itu, masih banyak lagi yang jadi prioritasnya.
"Ada beberapa sih, banyak, antara lain lima. Ada sekian poin, tapi yang prioritas kurang lebih seperti itu," tukasnya.
Sebagai informasi, DPRD DKI Jakarta bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengesahkan rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD tahun anggaran 2024 menjadi Perda dengan besaran Rp 85,1 triliun.
Pengesahan itu ditandai persetujuan yang disampaikan seluruh anggota DPRD pada Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) terhadap Raperda tentang Perubahan APBD DKI Tahun Anggaran 2024, Selasa (20/8/2024).
Anggota Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta Neneng Hasanah merinci perubahan APBD 2024 sebesar Rp85,1 triliun, terdiri dari pendapatan daerah Rp74,9 triliun dan pembiayaan daerah Rp10,2 triliun.
“Pembiayaan daerah setelah perubahan Rp10.255.502.731.787 terdiri dari sisa lebih perhitungan Rp6.542.421.120.069 dan penerimaan pinjaman daerah Rp3.713.081.611.718,” tutur Neneng. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Nyala Ainun, Penulis Cilik Tangsel yang Telah Melahirkan 9 Buku dan Sabet Berbagai Penghargaan
- 2Buka Workshop di Japfa Food Indonesia, Wabup Intan Dorong Dunia Usaha Perkuat Pengelolaan Sampah Mandiri
- 3Kemendikdasmen Buka Pertukaran Pelajar ke Tokyo Gratis untuk Siswa SMK, Cek Syaratnya!
- 4Profil Kapolri Baru Komjen Suyudi Ario Seto Pilihan Presiden, Sudah Disetujui DPR
- 5Gandeng Warga Sunter Agung dan Papanggo, Jakpro Luncurkan Program Pemilahan Sampah Berbasis Komunitas
- 6Jetour T2 i-DM Resmi Mengaspal Bawa Bagasi Luas dan Fitur Kepraktisan Lengkap, Jadi Opsi Menarik untuk Mendukung Aktivitas Luar Ruangan
- 7Tak Perlu Cemas Titik Buta, Keterbatasan Visibilitas Belakang Jetour T2 i-DM Berhasil Teratasi Kamera 360
- 8Jetour T2 i-DM Resmi Dijual Rp 688 Juta, SUV PHEV Bergaya Boxy Bawa Kabin Modern dan Nyaman
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







