Jakarta

Wacana Jakarta Bakal Jadi Kota Perfilman, Legislator Golkar Ungkap Cara Promosi Memajukan Kota

Ainun Kusumaningrum | 16 April 2025, 16:19 WIB
Wacana Jakarta Bakal Jadi Kota Perfilman, Legislator Golkar Ungkap Cara Promosi Memajukan Kota

AKURAT JAKARTA – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar Farah Savira mengatakan, Jakarta bisa semakin dikenal masyarakat luas melalui media film.

Hal itu merespons wacana Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno yang ingin menjadikan Jakarta sebagai kota perfilman.

Menurut Farah, film dapat dimanfaarkan sebagai ajang promosi yang efektif untuk memperkenalkan dan memajukan kota.

Baca Juga: Pasca Lebaran Idulfitri 2025, Legislator Golkar Minta Pemprov Perketat Pengawasan dan Kontrol Peningkatan Jumlah Penduduk

“Kalau kita ingat James Bond, pasti langsung teringat London. Sama halnya dengan film-film Joko Anwar di Pangalengan, atau Laskar Pelangi yang membuat Bangka Belitung dikenal luas,” kata Farah kepada wartawan, Senin (14/4/2025).

Farah mendukung wacana Wagub Rano. Sebab, selama ini Jakarta telah menjadi pusat produksi berbagai film di Indonesia.

“Jakarta ini luar biasa dalam hal produksi film, bahkan mungkin hampir 100 persen film Indonesia diproduksi di sini,” ungkapnya.

Baca Juga: Legislator Golkar Pertanyakan Jakarta Masih Macet Meski Warga Sudah Banyak Gunakan Transportasi Publik

Politisi Partai Golkar itu menuturkan, kesuksesan sebuah film seringkali memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata.

Dia juga menyebut, banyak sudut kota Jakarta yang bisa menjadi ikon baru melalui karya-karya perfilman.

Terlebih mendapat dukungan penuh dari Wagub Rano yang notabene seorang artis papan atas di zamannya.

“Saya sangat mendukung. Ke depan, harapannya kita bisa menyeleksi film-film yang berpotensi menjadi ikon baru Jakarta,” ujarnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.