Jakarta

Banyak Proyek Pemda DKI di Jalan yang Bikin Macet, Gubernur Pramono Minta Dipercepat dan Ditertibkan Pembangunannya

Yasmina Nuha | 11 Juni 2025, 17:50 WIB
Banyak Proyek Pemda DKI di Jalan yang Bikin Macet, Gubernur Pramono Minta Dipercepat dan Ditertibkan Pembangunannya

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengurai kemacetan yang disebabkan oleh berbagai proyek pembangunan di sejumlah ruas jalan.

Salah satunya yaitu dengan menertibkan dan mempercepat pengerjaan proyek milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) maupun Kementerian Pekerjaan Umum.

Hal ini disampaikannya usai meninjau Intelligent Traffic Control System (ITCS), di Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/6/2025).

Baca Juga: 120 Pelaku Usaha di Kecamatan Kelapa Dua Dapat NIB Gratis dari Pemkab Tangerang, Bupati Maesyal: Kalau Ada yang Mungut Biaya, Segera Laporkan!

ITCS merupakan sistem manajemen lalu lintas berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

"Saya sudah meminta agar penggalian yang bersifat jangka panjang—bahkan ada yang sempat viral karena proyeknya belum dilanjutkan dan sebagainya—dapat ditertibkan," kata Pramono.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan kementerian terkait, supaya pekerjaan seperti ini yang belum dilanjutkan sebaiknya dibuka kembali agar tidak menimbulkan kemacetan," imbuhnya.

Selain itu, Pramono mengungkapkan bahwa peringkat Jakarta dalam tingkat kemacetan dunia mengalami penurunan dari peringkat 30 menjadi 90.

"Laporan dari Dishub menyebutkan bahwa sejak dipasangnya ITCS, Jakarta mengalami perubahan peringkat tingkat kemacetan dunia, yakni dari urutan ke-30 kota termacet menjadi urutan ke-90, berdasarkan TomTom Traffic Index," ujar Pramono.

Baca Juga: Menghindar dari Dunia, Gaya Hidup 'Manusia Tikus' Jadi Tren Baru di China, Indonesia Menyusul?

Selain itu, Pramono juga mengapresiasi Dishub DKI Jakarta atas inovasi ITCS yang dinilai telah berjalan baik.

Menurut laporan Dishub, ITCS telah terpasang di setiap persimpangan jalan protokol, meskipun saat ini baru mencakup 65 titik dari total 321 titik persimpangan.

Politikus PDIP itu telah menginstruksikan jajaran Dishub DKI Jakarta untuk menambah jumlah ITCS secara bertahap.

"Kita sudah mengetahui akar masalah sebenarnya terkait kemacetan di Jakarta. Secara bertahap, perlahan kita penuhi. Inilah yang akan terus kita siapkan ke depannya," pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, ITCS mampu memantau dan mengatur arus lalu lintas secara real-time. Teknologi kecerdasan buatan yang diterapkan dalam sistem ini mencakup:

a. Recognition System yang mampu mendeteksi dan mengenali jenis kendaraan, pelat nomor kendaraan, serta pelanggaran lalu lintas;

b. Predictive System yang mampu memprediksi volume lalu lintas dan menghitung waktu lampu hijau maksimum secara optimal.

Baca Juga: Tak Hanya Transjabodetabek, Gubernur Pramono Juga Bakal Perluas Layanan Mikrotrans JakLingko ke Daerah Penyangga, Karena Antusiasme Warga Tinggi

Selain berfungsi mengurai kemacetan, ITCS juga dapat mengurangi tingkat emisi dan konsumsi bahan bakar minyak sehingga memberikan manfaat bagi aspek lingkungan.

Ke depannya, ITCS juga berpotensi diintegrasikan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.