Fraksi Golkar Soroti Alokasi APBD DKI 2024 Tidak Seimbang: Didominasi Belanja Operasional, Porsi Belanja Modal Belum Meningkat

AKURAT JAKARTA - Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta menyebut bahwa struktur belanja daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2024 masih didominasi oleh belanja operasional.
Yakni meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja hibah dan bantuan sosial.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta terkait Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) Tahun Anggaran 2024, Senin (16/6/2025).
Baca Juga: Politisi Golkar: Bazar HUT Jakarta Ajang Promosikan Makanan dan Produk Khas Betawi
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono mengatakan, komposisi ini mencerminkan tingginya beban rutin yang harus ditanggung APBD, sementara porsi belanja modal belum maksimal.
"Sementara porsi belanja modal, yang seharusnya menjadi pendorong utama transformasi dan pertumbuhan jangka panjang, belum mengalami peningkatan yang signifikan," ujar Alia.
Padahal, kata Alia, belanja modal memiliki peran strategis dalam membangun aset publik, memperkuat infrastruktur kota, serta menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
"Ketidakseimbangan alokasi ini patut menjadi perhatian serius dalam konteks visi Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing tinggi, khususnya menjelang transisi pasca-Ibu Kota Negara berpindah ke Nusantara," tuturnya.
Wakil Ketua Komisi A itu mengatakan, Fraksi Golkar memandang bahwa keseimbangan antara belanja rutin dan belanja pembangunan perlu dicapai guna memastikan keberlanjutan fiskal dan keberpihakan anggaran terhadap kebutuhan strategis masyarakat Jakarta.
"Fraksi Partai GOLKAR mendorong Pemerintah Provinsi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas belanja modal yang diarahkan pada
sektor-sektor prioritas," kata Alia.
Baca Juga: Legislator Golkar Kawal Pembangunan Tanggul Muara Angke Sejalan dengan Visi Presiden Prabowo
Ia pun menjelaskan, sektor-sektor prioritas tersebut yaiyu sebagai berikut:
a) Transportasi publik berbasis rel dan non-rel, guna memperkuat konektivitas antarkawasan serta mengurangi beban kemacetan dan emisi.
b) Pengendalian banjir melalui pembangunan dan revitalisasi waduk, saluran drainase, sumur resapan, dan sistem pompa terpadu.
c) Digitalisasi layanan publik, termasuk integrasi layanan satu pintu, perluasan sistem Smart City, dan modernisasi sistem administrasi
pemerintahan.
d) Ruang terbuka hijau dan fasilitas publik sebagai bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim dan peningkatan kualitas hidup warga.
e) Revitalisasi permukiman kumuh dan kawasan padat penduduk, melalui pendekatan pembangunan berbasis komunitas dan inklusif. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



