Marak Keracunan MBG di Jakarta, Dinas KPKP DKI Ungkap Ada SPPG yang Abai SOP

AKURAT JAKARTA - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak melaksanakan Standard Operating Procedure (SOP) dengan baik.
Hal tersebut menyusul maraknya kasus keracunan usai menyantap menu MBG yang juga menimpa sejumlah siswa di Jakarta.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan, SOP terkait penyediaan MBG sebenarnya sudah dibuat oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, terdapat SPPG yang kurang melaksanakannya dengan baik.
Baca Juga: Jaga Kebersihan HUT ke-80 TNI di Monas, DLH DKI Kerahkan 2.100 Petugas Kebersihan
"Sebenarnya kalau SOP sudah ada dari BGN, sudah jelas. Tetapi ketika kita melakukan monitoring, ternyata SOP tersebut kurang dilaksanakan dengan baik," ujar Hasudungan di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengawasan ke berbagai SPPG. Nantinya, pihaknya bakal melakukan pelatihan khusus terkait SOP kepada para petugas SPPG.
"Karena kita sudah melaksanakan monitoring, setelah ada kejadian kasus di Pasar Rebo, kita berencana juga nanti akan memberikan pelatihan khusus. Pelatihan khusus kepada para petugas tersebut untuk melaksanakan SOP," ujarnya.
Lebih lanjut, Hasudungan mengatakan, pihaknya bakal melakukan koordinasi lebih lanjut bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.
"Jadi nanti kita akan bikin check-list, dan kita akan koordinasi dan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, kemudian untuk prosesnya, kemudian juga dengan Dinas Pendidikan," tutur Hasudungan.
"Jadi KPKP berusaha melaksanakan mitigasi saja, mitigasi di bahan pangan segarnya," imbuhnya.
Ia juga menegaskan, sebelumnya pihaknya telah melakukan pengawasan dan mengecek terkait berbagai bahan baku dalam menu MBG.
"Apakah bahan baku-pangan, makan bergizi gratis tersebut, itu aman dari cemaran mikroba, kemudian juga dari formalin, kemudian juga masih layak atau masih segar nggak. Ada indikasi busuk atau tidak," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 25 Oktober 2026: Duel Sengit di PreZero Arena
- 8Prediksi Skor Hull City vs Brentford di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Tigers Hentikan Ketajaman The Bees?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih




