60 Siswa Keracunan MBG, Legislator Golkar Dorong Tingkatkan Pengawasan SPPG di Jakarta yang Masih Sedikit

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mendorong kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk meningkatkan pengawasan ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta.
Hal tersebut dilakukan imbas adanya 60 siswa siswa di 10 lokasi Jakarta yang keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Farah mengatakan, jumlah SPPG di Jakarta masih sedikit, sehingga seharusnya pengawasannya dapat lebih mudah.
"Nah mumpung di Jakarta jumlah SPPG masih sedikit, dapurnya masih sedikit, harapannya bisa kita tekankan pengawasannya lebih bagus lagi," ujar Farah kepada Akurat Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Lebih lanjut, ia pun mendorong agar SPPG atau dapur MBG untuk ditambah agar program ini dapat mencakup semua sekolah di Jakarta.
"Dan ini kan juga kita lagi di dorong supaya penambahan dapurnya juga lebih banyak. Karena kan cakupannya butuh lebih banyak, belum semua sekolah tercover oleh ini ya ada program MBG ini sih," tuturnya.
Farah menyampaikan, dirinya merasa kaget dengan adanya kasus keracunan MBG di Jakarta. Untuk itu, ia meminta agar Standard Operating Procedure (SOP) dan kualitas makanan MBG harus diperhatikan.
"Saya sempat denger sih kalau di daerah lain ada beberapa faktor misalnya kayak kualitas bahan olahannya yang tidak bersih. Yang olahannya tidak bersih, ada juga yang soal sanitasi, soal air. Nah itu yang kita harus perhatikan," katanya.
Anggota Komisi E itu pun berharap agar pemerintah harus memperhatikan kualitas pengelolaan dari SPPG jika program MBG ini masih ingin terlaksana.
"Nah jangan sampai juga dengan inginnya terlaksana MBG ini justru kita juga tidak memperhatikan kualitas pengelolaan dari SPPG," pungkasnya.
Diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 60 siswa dari 10 lokasi yang mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan, dari 60 siswa yang keracunan tersebut tidak sampai memerlukan peralatan medis lebih lanjut.
"Kejadian, kalau di Jakarta ada di 10 lokasi. Ada di 10 lokasi, tetapi sebenarnya siswa yang terdampak, yang sampai memerlukan peralatan kesehatan, di kita nggak terlalu banyak. Ada Sekitar 60-an dari seluruh lokasi. Jadi nggak yang sangat besar," ujar Ani kepada wartawan, dikutip Minggu (5/10/2025). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 25 Oktober 2026: Duel Sengit di PreZero Arena
- 8Prediksi Skor Hull City vs Brentford di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Tigers Hentikan Ketajaman The Bees?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih




