Legislator Golkar Ramly HI Tegaskan Program Pemutihan Ijazah Akan Terus Berjalan Hingga Tuntas

AKURAT JAKARTA – Program pemutihan ijazah bagi peserta didik yang tertahan akibat persoalan administrasi dipastikan akan terus berlanjut.
Hal tersebut merupakan bentuk komitmen bersama anggota DPRD DKI Jakarta yang dimotori oleh Komisi E.
Terakhir, Pemutihan Ijazah Tahap V Tahun 2025 diberikan kepada 2.753 peserta didik di halaman Balai Kota Jakarta, pada Selasa (30/12/2025).
Baca Juga: Sektor Lingkungan Jadi Prioritas, Fraksi Golkar Usulkan Pembentukan Pansus Sampah
Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, menegaskan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada anak Jakarta yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi.
"Pemutihan ijazah akan berlanjut sampai yang tertindas bisa diselesaikan. Itu komitmen teman-teman anggota dewan yang dimotori oleh Komisi E," ujar Ramly kepada Akurat Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Ramly, ijazah merupakan hak dasar peserta didik yang tidak boleh tertahan oleh persoalan biaya maupun administrasi.
Baca Juga: Tawarkan Janji Manis dari Aset Kripto, Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Ia menilai, penahanan ijazah selama ini telah berdampak serius terhadap kesempatan kerja dan kelanjutan pendidikan para lulusan.
"Banyak anak-anak kita yang tidak bisa melamar pekerjaan, tidak bisa melanjutkan pendidikan, hanya karena ijazahnya tertahan. Ini tidak boleh dibiarkan dan harus menjadi perhatian bersama," tegasnya.
Anggota Komisi E DPRD itu juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang selama ini telah mendukung program pemutihan ijazah melalui alokasi anggaran pendidikan.
Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar program tersebut berjalan optimal dan tepat sasaran.
Ramly menambahkan, Komisi E DPRD DKI Jakarta akan terus melakukan pengawasan agar pelaksanaan pemutihan ijazah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan dan tidak disalahgunakan.
"Kami ingin memastikan program ini berjalan transparan dan berpihak pada warga kurang mampu. Tidak boleh ada anak Jakarta yang masa depannya terhambat karena persoalan ekonomi keluarganya," katanya.
Lebih lanjut, Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta mendorong agar ke depan sistem pendidikan di Jakarta semakin inklusif dan berkeadilan, sehingga praktik penahanan ijazah tidak lagi terjadi.
"Ini bukan sekadar program jangka pendek, tapi bagian dari komitmen kita untuk menjamin hak pendidikan warga Jakarta secara berkelanjutan," pungkas Ramly. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 3Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di UNL, 25 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Seret Gol
- 7Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 8Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


