Duh! Angka ISPA di Jakarta Alami Kenaikan di Bulan Juli 2023

AKURAT.CO - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengaku bahwa kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) mengalami kenaikan pada bulan Juli atau saat kualitas udara ibu kota buruk.
"Bulan Juli 2023, 156 ribu kasus. Agak naik dibandingkan Mei dan Juni, tapi gak segitu signifikan," kata Plt Kepala Dinkes, Ani Ruspitawati di Balai Kota, Selasa (28/08).
Sambungnya, dari 156 ribu kasus tersebut 41 ribu diantaranya merupakan balita.
Baca Juga: Penusukan Pasutri di Tebet Dipicu Sakit Hati Atas Penghinaan di Depan Umum
"Balita kenaikan itu Juni-Juli masih sama 41 ribu. Jadi kalau bulan Juli misalkan 156 ribu, itu 41 ribunya balita," imbuhnya.
Lebih lanjut Ani menuturkan, ISPA di Jakarta berada pada angka 134 ribu sampai 157 ribu kasus setiap bulannya.
"Kalau ISPA itu datanya kita ambil dari Puskesmas. Kalau pneumonia baru dari rumah sakit yang rawat inap," ujarnya.
Baca Juga: Pengacara Mario: Penggantian Restitusi dengan Penjara Hanya Diterapkan Dalam Situasi Tertentu
Ani pun tidak menampik kenaikan kasus ISPA ini bisa terjadi karena polusi udara, mengingat polusi dapat mempengaruhi kualitas lingkungan.
"Kalau ISPA itu, intinya di kesehatan itu, polusi apakah berpengaruh terhadap ISPA itu pasti kita gak naifkan. Pasti lingkungan yang gak sehat, pasti berpengaruh," ungkap Ani.
Dalam menangani ISPA, lanjut Ani, Dinkes DKI memastikan bahwa fasilitas dan pelayanan kesehatan sudah siap untuk melayani.
"Kalau kita terhadap ISPA dari dulu udah siap. Dari sejak covid dulu kita udah ada klinik poli sendiri, sampai sekarang poli dipermanenkan," ungkapnya.
Baca Juga: Catat! Ini Rekayasa Lalu Lintas Simpang Harmoni sampai Mangga Besar Dampak Proyek MRT
"Jadi di setiap puskesmas itu ada poli ISPA. Mereka begitu batuk pilek masuknya langsung ke situ. Temen-temen siap kalau terkait pelayanan kesehatan," lanjut Ani.
Lebih lanjut Ani menerangkan, bahwa biasanya gejala ISPA terjadi selama dua minggu, jika terjadi gejala kronis atau lebih dari waktu itu maka dianjurkan untuk dibawa ke rumah sakit.
"Kalau ISPA di Puskesmas. ISPA itu penyakit akut yang kita harapkan cepat sembuh sekitar 2 minggu sembuh, tetapi jika ada keluhan lebih sesak nafas boleh ke rumah sakit," ujar Ani.
Ani pun menghimbau untuk kelompok rentan, seperti balita dan lansia untuk membatasi kegiatan di luar rumah dan menggunakan masker saat keluar rumah.
Selain itu, penting untuk anak-anak menjaga sedini mungkin, diantaranya dengan imunisasi lengkap.
Baca Juga: 5 Tusukan pada Korban Pembunuhan Tebet, Polisi Pertimbangan Penerapan Pasal 340
"Karena anak anak, balita, dan lansia itu kelompok rentan jadi memang harus siap apabila kualitas udara kurang baik. Apakah dengan mengurangi aktivitas luar yang tidak perlu atau memakai masker," kata Ani.
"Yang paling penting menjaga daya tubuh kita tetap baik. Jadi kalau bayi dan balita pastikan imunisasi lengkap, gizi seimbang, itu sangat membantu," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


