DPRD Nilai Target Laju Kendaraan Bermotor Tahun 2023 Berlebihan dan Perlu Dikaji

AKURAT.CO - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menjelaskan, tahun ini ada dua target utama yang ingin mereka capai dalam pengelolaan transportasi.
Pertama adalah peningkatan ridership atau peningkatan jumlah penumpang angkutan umum dan target kedua adalah peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan di jalanan Jakarta.
“Untuk tahun 2023, target kami adalah seluruh layanan angkutan umum di Jakarta mampu mengangkut sebanyak 3,4 juta penumpang, dan kecepatan rata-rata 26 km perjam,” kata Syafrin dikutip, Jumat (08/09).
Baca Juga: Spesialis Curanmor Jaringan Sumatera Beraksi di Setiabudi, Ini Modusnya
Menanggapi itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menilai target laju kendaraan bermotor di Ibu Kota dari 25 kilometer per jam menjadi 26 km per jam dalam rencana kerja tahun ini berlebihan dan perlu dikaji.
Dikatakan Gilbert, baiknya Dishub menampung keluhan masyarakat pengguna transportasi umum untuk dijadikan dasar perbaikan layanan.
Lanjut Gilbert dengan begitu, laju kendaraan bermotor pasti otomatis meningkat, lantaran semakin banyak masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi massal.
Baca Juga: Ini Pesan Pemprov DKI untuk Abang None 2023
Mengenai keluhan masyarakat, Gilbert menyoroti headway (waktu tunggu) yang kerap terjadi, kemudian masih kurang luasnya jangkauan layanan untuk menuju moda transportasi terintegrasi.
“Bagi saya, yang paling penting keluhan-keluhan masyarakat itu terjawab atau tidak. Bukan sekedar statistik di atas kertas dengan target-target yang tak berefek besar bagi mobilitas masyarakat,”ujar Gilbert.
Senada dengan Gilbert, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli menuturkan bahwa apabila layanan transportasi umum ditingkatkan, maka target laju kendaraan 26 km per jam dapat terealisasi.
Baca Juga: ADA ADA AJE: Terjebak Kebohongan Istri Orang, Sopir Taksi Tewas Saat Masuk Hotel
“Saya cukup optimis target laju kendaraan dari 25 km per jam menjadi 26 km per jam dari Dishub bisa tercapai jika LRT Jabodebek beroperasi dengan baik, akurasi waktu yang bisa diandalkan dan terintegrasi dengan moda transportasi lain yang sudah ada seperti TransJakarta, MRT, LRT Jakarta dan JakLingko,” katanya.
Ia pub mengingatkan agar Dishub DKI harus fokus pada upaya penanganan kemacetan dengan sejumlah strategi agar masyarakat tertarik menggunakan transportasi massal, seperti menambah rute, serta armada.
Taufik juga mengusulkan agar Dishub DKI menggodok sejumlah aturan yang bisa mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi.
Misalnya yakni menaikan pajak kendaran, menaikan tarif parkir, mengurangi sarana parkir mobil pribadi, serta segera menerapkan jalan berbayar atau elektronic road pricing (ERP).
“Bisa juga mengajak warga untuk jalan kaki dengan membuat pedestrian yang lebar dan nyaman. Saya kira itu solusi penanganan macet yang komprehensif dan bagus,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









