Jakarta

Awal 2024 Kualitas Udara Jakarta Terburuk ke 15 di Dunia

Ainun Kusumaningrum | 1 Januari 2024, 11:07 WIB
Awal 2024 Kualitas Udara Jakarta Terburuk ke 15 di Dunia

AKURAT JAKARTA - Awal 2024, kualitas udara di Jakarta menduduki posisi ke 15 sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

Kondisi inimasuk kategori tidak sehat pada awal 2024.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir, Senin pada pukul 06.35 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 165.

Baca Juga: Hari Ini Konser Dewa 19 dan Stinky Reborn di JIExpo Kemayoran, Simak Rundown Lengkapnya di Sini

Atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2,5 dan nilai konsentrasi 82 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Sebab, dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Baca Juga: WOW, Konser Gratis Slank Bareng Gus Iqdam, Nih Link Live Streaming Bagi yang Tak Bisa Hadir

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Delhi, India yang berada di angka 235.

Kedua Dhaka, Bangladesh di angka 234, urutan ketiga Chengdu, Cina di angka 203 dan urutan keempat Baghdad, Iraq di angka 197.

Lalu, urutan kelima Kolkata, India di angka 191, urutan keenam Shenyang, Cina di angka 185, urutan ketujuh Sarajevo.

Baca Juga: Jelang Malam Tahun Baru 2024 di Jateng, Lalu Lintas Menuju Stasiun Meningkat, Calon Penumpang Kereta Api Diminta Berangkat Lebih Cepat

Bosnia dan Herzegovina di angka 183, urutan kedelapan Hangzhou, Cina di angka 182 dan urutan kesembilan Hanoi, Vietnam di angka 181.

Urutan kesepuluh Lahore, Pakistan di angka 176, urutan kesebelas Karachi, Pakistan di angka 174.

Urutan kedua belas Skopje, Makedonia di angka 171, urutan ketiga belas Mumbai, India di angka 167 dan urutan keempat belas Wuhan, Cina di angka 165. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.