Jakarta

Tolak Penghapusan Koridor 1 TransJakarta, Pengamat: Perlu Ada Konektivitas dalam Bertransportasi

Yasmina Nuha | 26 Desember 2024, 20:39 WIB
Tolak Penghapusan Koridor 1 TransJakarta, Pengamat: Perlu Ada Konektivitas dalam Bertransportasi

AKURAT JAKARTA - Pengamat Transportasi, Ki Darmaningtyas, menolak rencana penyesuaian rute TransJakarta (TJ) Koridor 1 Blok M-Kota Tua oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Di mana, diketahui Dishub DKI ingin menghapus rute tersebut lantaran bersinggungan dengan rute Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Lebak Bulus-Kota Tua yang akan selesai pada tahun 2029 mendatang.

Darmaningtyas pun berpendapat, seharusnya Pemprov DKI Jakarta belajar dari pengoperasian Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek sebelumnya.

Baca Juga: Link Video Syur Mirip TikTokers Zqya Tersebar hingga Hebohkan Netizen, Siapa Sosok Zqya yang Kini Tengah Viral?

Ia mengatakan, sebelum LRT Jabodebek dioperasikan, sempat muncul kekhawatiran bahwa sebagian potensi pelanggan TJ akan berkurang karena mereka akan pindah ke LRT Jabodebek.

"Kekhawatiran yang sama sempat saya sampaikan ke temen-temen dari manajeman PT TJ saat LRT dioperasikan tahap awal dan penuh penumpang karena tarifnya masih murah," ujar Darmaningtyas dalam keterangannya, Kamis (26/12/2024).

Namun, lanjutnya, ternyata semua kekhawatiran tadi keliru besar karena yang terjadi justru sebaliknya. Di mana sejumlah halte TJ yang terkoneksi dengan Stasiun LRT mengalami peningkatan.

"Di sejumlah halte TJ yang terintegrasi dengan stasiun LRT justru mengalami peningkatan pelanggan jumlahnya total mencapai di atas 2.000 orang setiap harinya," ujarnya.

"Mengapa begitu? Ya karena orang bertransportasi itu memerlukan konektivitas," imbuhnya.

Oleh karena itu, ia pun meminta, yang harus dikawal oleh Dishub DKI Jakarta dalam Pembangunan MRT tahap kedua ini adalah bagaimana agar stasiun-stasiunnya terintegrasi dengan layanan angkutan umum lainnya, termasuk dengan TJ Koridor 1.

Baca Juga: Cocok Buat Liburan Tahun Baru 2024, Harga Mobil Bekas Honda Mobilio 2020 Matic, Cuma Segini, Ada Simulasi Kreditnya

"Kalau yang muncul justru membunuh layanan yang sudah ada, maka berarti tidak muncul pemikiran integrasi layanan antara MRT dengan TJ Koridor 1 maupun lainnnya," katanya.

Ia berharap kepada Dishub DKI untuk memikirkan bagaimana membangun integrasi layanan MRT dengan TJ dan bagaimana memindahkan pengguna mobil pribadi ke MRT maupun TJ.

"Jangan sekali-kali berfikir menghapuskan layanan yang terbukti telah memiliki jaringan layanan begitu banyak dan luas, kecuali hanya mencari mudahnya saja," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.