Tolak Penghapusan Koridor 1 TransJakarta, Pengamat: Perlu Ada Konektivitas dalam Bertransportasi

AKURAT JAKARTA - Pengamat Transportasi, Ki Darmaningtyas, menolak rencana penyesuaian rute TransJakarta (TJ) Koridor 1 Blok M-Kota Tua oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Di mana, diketahui Dishub DKI ingin menghapus rute tersebut lantaran bersinggungan dengan rute Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Lebak Bulus-Kota Tua yang akan selesai pada tahun 2029 mendatang.
Darmaningtyas pun berpendapat, seharusnya Pemprov DKI Jakarta belajar dari pengoperasian Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek sebelumnya.
Ia mengatakan, sebelum LRT Jabodebek dioperasikan, sempat muncul kekhawatiran bahwa sebagian potensi pelanggan TJ akan berkurang karena mereka akan pindah ke LRT Jabodebek.
"Kekhawatiran yang sama sempat saya sampaikan ke temen-temen dari manajeman PT TJ saat LRT dioperasikan tahap awal dan penuh penumpang karena tarifnya masih murah," ujar Darmaningtyas dalam keterangannya, Kamis (26/12/2024).
Namun, lanjutnya, ternyata semua kekhawatiran tadi keliru besar karena yang terjadi justru sebaliknya. Di mana sejumlah halte TJ yang terkoneksi dengan Stasiun LRT mengalami peningkatan.
"Di sejumlah halte TJ yang terintegrasi dengan stasiun LRT justru mengalami peningkatan pelanggan jumlahnya total mencapai di atas 2.000 orang setiap harinya," ujarnya.
"Mengapa begitu? Ya karena orang bertransportasi itu memerlukan konektivitas," imbuhnya.
Oleh karena itu, ia pun meminta, yang harus dikawal oleh Dishub DKI Jakarta dalam Pembangunan MRT tahap kedua ini adalah bagaimana agar stasiun-stasiunnya terintegrasi dengan layanan angkutan umum lainnya, termasuk dengan TJ Koridor 1.
"Kalau yang muncul justru membunuh layanan yang sudah ada, maka berarti tidak muncul pemikiran integrasi layanan antara MRT dengan TJ Koridor 1 maupun lainnnya," katanya.
Ia berharap kepada Dishub DKI untuk memikirkan bagaimana membangun integrasi layanan MRT dengan TJ dan bagaimana memindahkan pengguna mobil pribadi ke MRT maupun TJ.
"Jangan sekali-kali berfikir menghapuskan layanan yang terbukti telah memiliki jaringan layanan begitu banyak dan luas, kecuali hanya mencari mudahnya saja," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



